Melihat Pasar Pabukoan di RTH Imam Bonjol Padang yang Sempat Tak Digelar Tahun Lalu, Ada Ragam Kuliner Khas Minang Dijajakan

Penulis: Sonia
|
Editor: Zulfikar

Berita Padang hari ini dan barita Sumbar hari ini: Pasar Pabukoan di RTH Imam Bonjol Padang kembali digelar, ada beragam kuliner khas Minang dijajakan.

Padang, Padangkita.com – Warga Kota Padang tampak berburu pabukoan atau takjil di Pasar Pabukoan di Komplek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang.

Di sana, aneka lauk pauk dan kudapan khas bulan Ramadan terpajang di bawah tenda yang digelar sederhana. Beberapa orang lalu lalang memilih dan memilah menu pabukoan. Alunan musik lagu minang membuat suasana semakin meriah.

Pasar Pabukoan di RTH Imam Bonjol diadakan kembali setelah setahun sempat vakum. Meski Pemerintah Kota Padang menetapkan tidak menggelar pasar pabukoan tahun ini, para pedagang meminta izin kepada Kodim.

“Pemerintah memang melarang, namun para pedagang berinisiatif meminta izin ke Kodim dan diizinkan dengan syarat protokol kesehatan,” ujar seorang pedagang bernama Ujang kepada Padangkita.com, Jumat (16/4/2021).

Dengan catatan memakai masker dan rutin mencuci tangan pasar pabukoan boleh digelar. Diadakan di situasi pandemi, pengunjung yang datang juga tampak menggunakan masker.

Beragam menu pabukoan dijual dipasar pabukoan itu, mulai dari makanan bercita rasa manis, seperti godok batinta, lopis ketan, lapek bugih, lamang tapai, onde-onde dan aneka minuman dan kolak.

Juga ada aneka gorengan, seperti perkedel jagung khas Padang Panjang. Ada pula aneka samba dan lauk pauk seperti gulai kapau, gulai kambing, goreng baluik, gulai tunjang, dan variasi sayuran seperti pical dan lotek.

Harga yang ditawarkan di pasar pabukoan ini cukup ramah di kantong. Aneka takjil dan penganan ringan dimulai dari harga Rp2000 per potongnya, untuk minuman dan kolak dihargai Rp8000 per gelas, serta lauk pauk dimulai dari harga Rp10.000 per porsi.

“Saya khusus berjualan pabukoan manis seperti lopis, godok batinta, dan lopis. Per potongnya dijual seharga Rp2000,” ungkap Ujang.

Menurut Ujang, selama empat hari berjualan, dagangannya selalu lalku. Ia dan istri bisa membawa pulang uang Rp300 ribu sebagai keuntungan.

“Alhamdulillah selama 4 hari ini habis,” ucapnya.

Selain itu, pedagang lain bernama Elok mengaku dagangannya sepi pembeli selama empat hari ini. Lauk pauk yang ia jual kerap bersisa.

“Pembeli masih sepi mungkin karena tahun lalu tidak diadakan (pasar pabukoan) jadi orang belum tahu,” ujarnya.

Elok berjualan anek sambal dan lauk pauk dengan hidangan spesifik gulai otak dan goreng baluik.

Kemudian, Marni, seorang pengunjung mengatakan, pasar pabukoan ini cocok untuk mereka yang mencari makanan tradisional Minangkabau.

Baca juga: Tak Ada Larangan Pasar Pabukoan di Tanah Datar, Satpol PP Akan Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

“Berbelanja di sini, menurut saya kurang variatif. Variasi makanan yang populer ada saat ini tidak ada. Namun, cocok untuk mereka yang memang mencari menu tradisional,” katanya. [zfk]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler