Melihat Dari Dekat Terminal Anak Air Padang yang Semegah Bandara

Padang, Padangkita.com – Setelah belasan tahun, Kota Padang sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) akhirnya kembali memiliki terminal bus tipe A.

Berlokasi di Anak Air, Koto Tangah, Padang, terminal ini direncanakan mulai beroperasi pada 1 Oktober mendatang. Dari pusat kota—jika memakai patokan Pasar Raya Padang—maka jaraknya memang cukup jauh, sekitar 16 km lebih. Terminal ini lebih dekat ke ujung Utara Kota Padang.

Rabu (22/9/2021), Padangkita.com berkesempatan melihat langsung terminal yang diklaim termegah di Sumatra ini.

Saat tiba di lokasi, memang langsung terlihat megahnya bangunan terminal yang mirip Bandar Udara (Bandara) Internasional Minangkabau (BIM).

Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Sumbar, Yugo Kristanto. [Foto: Fakhru]
Kemegahan terminal ini makin tampak saat memasuki bangunan tersebut. Semua lantai berkeramik dan bersih, serta ruangan yang lapang.

“Padang merupakan contoh terminal termegah di Sumatra. Tidak ada daerah lain di Sumatra yang memiliki terminal seperti ini. Terminal Anak Air adalah contoh untuk terminal modern di Sumatra,” ungkap Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Sumbar, Yugo Kristanto ketika berbincang dengan Padangkita.com di Terminal Anak Air.

Yugo menjelaskan pembangunan terminal ini telah menghabiskan dana sebesar Rp70 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah Kementerian Perhubungan.

Terminal ini mulai dibangun pada 2018, dan selesai pada 2019. Sedangkan pada 2020 dan 2021 terminal masuk ke dalam tahap pemeliharaan. Terdiri atas tiga lantai dan mirip bandar udara, terminal bus tipe A Anak Air diklaim sebagai terminal termegah di Sumatra.

Terminal ini dibangun di lahan seluas empat hektare dan memiliki 20 lajur. Terminal bakal beroperasi 24 jam, dan diperkirakan mampu menampung ratusan bus dalam sehari.

Selain itu, terminal juga dilengkapi oleh lebih dari 20 toko untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang bisa dimanfaatkan penumpang atau sopir bus untuk berbelanja dan membeli keperluan.

Sedangkan di lantai tiga terdapat shelter yang bisa digunakan masyarakat sebagai tempat evakuasi dan mitigasi bencana tsunami, serta sebagai tempat untuk menggelar rapat dan pertemuan.

Selain nyaman dan bersih, terminal bus tipe A Anak Air juga ditunjang oleh layanan transportasi dari TransPadang sebagai akses dalam kota bagi penumpang menuju dan keluar terminal.

Oleh karena itu, sangat disayangkan jika terminal ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh perusahaan otobus ataupun masyarakat.

“Jadi, penumpang jangan ragu untuk turun di sini daripada turun dan naik di pinggir jalan. Mumpung sudah disediakan oleh pemerintah, mari kita gunakan,” sebutnya.

Untuk mempermudah akses ke terminal, pihaknya akan memperlebar jalan menuju terminal. Soal ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumbar, dan Bappenas.

Yugo menegaskan, sekarang Terminal Anak Air sudah siap dioperasikan. Tahap awal adalah uji coba. Soal ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk uji coba terminal.

“Kita sudah melakukan koordinasi yang intensif dan sosialisasi. Jadi, teman-teman dari AKAP dan AKBP tidak perlu khawatir menggunakan terminal Anak Air ini,” ujarnya.

Dia menerangkan Kota Padang sudah lama tidak memiliki terminal bus. Sebelumnya, Padang memiliki terminal Bingkuang, Air Pacah. Namun, terminal tersebut rusak akibat gempa 2009, lalu beralih fungsi menjadi Balai Kota Padang.

Sejak saat itu, perusahaan otobus tidak memiliki terminal sebagai tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Bahkan, bus-bus banyak menaikkan dan menurunkan penumpang di pinggir jalan. Alhasil, tata kelola transportasi kota pun semrawut.

Baca juga: Terminal Anak Air Termegah di Sumatra, Telan Dana Rp70 M Diuji Coba 1 Oktober

“Terminal bus tipe A Anak Air ini dibangun salah satunya untuk mengantisipasi keruwetan di dalam kota sehingga menjadi terarah dan teratur. Seluruh angkutan umum baik dari AKAP maupun AKBP dapat menggunakan terminal ini,” jelas Yugo. [fru/pkt]

Terpopuler