Terminal Anak Air Termegah di Sumatra, Telan Dana Rp70 M Diuji Coba 1 Oktober

Padang, Padangkita.com – Kota Padang kembali punya terminal. Letak terminal termegah di Pulau Sumatra ini berada di Anak Air, Koto Tangah, Kota Padang.

Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) Yugo Kristanto mengatakan terminal bus tipe A itu mulai beroperasi pada 1 Oktober mendatang.

“Kita sudah berkoordinasi dengan stakeholder dan para pimpinan perusahaan otobus bahwa uji coba terminal tersebut mulai kita lakukan pada tanggal itu,” ujarnya saat ditemui Padangkita.com di ruang kerjanya di terminal bus tersebut, Rabu (12/9/2021).

Dia menuturkan uji coba dilakukan dengan memprioritaskan angkutan umum yang berasal dari arah utara seperti Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, dan Kota Pariaman. Dalam uji coba nanti, angkutan umum yang biasanya lewat Jalan Adinegoro akan diarahkan masuk ke terminal Anak Air lewat Jalan By Pass.

Pihaknya juga bakal mendirikan posko di enam titik di dekat atau di seputaran Kota Padang untuk mempermudah mengarahkan angkutan umum masuk ke Terminal Anak Air pada 28-30 September mendatang.

Enam titik tersebut yaitu di jalan layang simpang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), di Jalan By Pass Anak Air, simpang Jalan Adinegoro, simpang jalan dekat Cristine Hakim, di depan kampus Universitas Negeri Padang, dan di dekat stasiun kereta api Tabing.

Di posko tersebut, petugas dari BPTD bekerja sama dengan polisi, personel dari Dinas Perhubungan, dan petugas lainnya akan memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa di Padang sudah ada terminal bus tipe A.

“Karena ini masih uji coba, untuk sementara kita prioritaskan angkutan umum yang dari arah utara dulu. Kalau ini selesai dan rampung, maka akan kita mulai semuanya,” jelasnya.

Uji coba pada 1 Oktober tersebut juga bertujuan untuk melihat arus lalu lintas dan memantau penumpukan atau kemacetan yang timbul akibat beroperasinya terminal Anak Air. Setelah itu, pihaknya bersama instansi terkait akan mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Setelah uji coba selesai dilakukan pada 1 Oktober, perusahaan oto bus diharapkan memanfaatkan terminal tersebut sebagai tempat menurunkan dan menaikkan penumpang untuk seterusnya. Penumpang juga diimbau untuk mengambil atau turun dari bus di terminal itu.

Terminal Termegah di Sumatra

Dia menjelaskan terminal Anak Air merupakan terminal termegah yang ada di Sumatra. Terminal ini terdiri atas tiga lantai dan mirip bandar udara serta memiliki 20 lajur. Terminal dibangun di lahan sekitar empat hektare dan direncanakan beroperasi 24 jam dan diperkirakan bisa menampung ratusan bus dalam sehari.

Terminal ini dibangun sejak 2018 dan selesai pada 2019. Sedangkan pada 2020 dan 2021 memasuki tahap pemeliharaan. Pembangunan terminal ini telah menghabiskan dana sebesar Rp70 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, di lantai satu dan dua terminal juga terdapat lebih dari 20 toko untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang bisa dimanfaatkan penumpang atau sopir bus untuk berbelanja dan membeli keperluan.

Sedangkan di lantai tiga terdapat shelter yang bisa digunakan masyarakat sebagai tempat evakuasi dan mitigasi bencana tsunami, serta sebagai tempat untuk menggelar rapat dan pertemuan.

Selain nyaman dan bersih, terminal bus tipe A Anak Air juga ditunjang oleh layanan transportasi dari TransPadang sebagai akses bagi penumpang menuju dan keluar terminal.

Oleh karena itu, sangat disayangkan jika terminal ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh perusahaan otobus ataupun masyarakat.

“Jadi, penumpang jangan ragu untuk turun di sini daripada turun dan naik di pinggir jalan. Mumpung sudah disediakan oleh pemerintah, mari kita gunakan,” sebutnya.

Baca juga: Terminal Tipe B di Koto Nan Ampek Payakumbuh Akan Diaktifkan Lagi

Sebagai informasi, Kota Padang sudah lama tidak memiliki terminal bus. Setelah Terminal Lintas Andalas berganti dengan mal, Padang sempat memiliki terminal Bingkuang, Air Pacah. Namun, terminal tersebut rusak akibat gempa 2009, lalu beralih fungsi menjadi Balai Kota Padang. Dengan adanya terminal Anak Air, maka Kota Padang pun kembali memiliki terminal. [fru/pkt]

Terpopuler