Maju Jadi Ketum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid: Kita Akan Kembangkan dan Bangkitkan Ekonomi dari Masjid

Penulis: Muhammad Aidil
|
Editor: Zulfikar

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Waketum Kadin Indonesia ingin menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan dan membangkitkan ekonomi.

Padang, Padangkita.com – Wakil Ketua Umum (Waketum) Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan bahwa dirinya ingin menjadikan masjid sebagai tempat berbagi pengetahuan tentang ekonomi.

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi antara Kadin Sumatra Barat (Sumbar) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan deklarasi maju jadi Ketum Kadin periode 2021-2026, Kamis (22/4/2021).

“Saya ingin menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat untuk beribadah, melainkan sebagai tempat sharing, mentoring ekonomi, agar pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ini bisa berkembang,” ujar Arsjad saat berada di Kota Padang.

Arsjad mengatakan, program pengembangan dan kebangkitan ekonomi dari masjid tersebut menjadi salah satu program prioritasnya ketika ia dipercaya menduduki jabatan Ketum Kadin Indonesia periode 2021-2026.

“Pendidikan vokasi menjadi prioritas saya, awalnya ini bagaimana kami memulihkan kesehatan, lalu membangun industri kesehatan, kemudian penguatan ekonomi daerah dan nasional, daerah harus maju baru nasional maju,” ucapnya.

Selanjutnya, kata pendiri PT Indika Energy (TBK) tersebut adalah kewirausahaan dan kompetensi, kompetensi ini salah satunya adalah vokasi.

“Kenapa? Saat ini kita sedang menghadapi era industri revolusi 4.0. Bahayanya, jika teknologi berevolusi, saya fikir kita harus menghadapi itu, kita harus terus beradaptasi, belajar, karenanya pendidikan vokasi itu sangat penting,” jelasnya.

Saat ini, Arsjad mengeklaim tengah membangun Innovation Hub atau warung inovasi. Warung inovasi merupakan tempat berkumpulnya para pengusaha, pengusaha mikro, kecil, menengah, agar mereka belajar, belajar pembukuan agar bisa migrasi ke bank, agar bisa meminjam uang ke sana.

“Lalu di warung inovasi mereka diajarkan digitalisasi, contohnya pembuatan songket, dengan adanya digitalisasi mereka bisa mempromosikan produk mereka secara lebih luas baik melalui Instagram atau Market Place (ruang pemasaran), banyak saudara kita yang belum paham akan itu,” ucapnya.

Pada saat ini, katanya, usaha yang tetap berjalan dan bertahan di tengah pandemi Covid-19 itu adalah makanan, mau bagaimanapun bidang kegiatan itu akan tetap berjalan dan tetap ada.

Setiap daerah, ulasnya, memiliki kekuatan untuk mengembangkan daerahnya, seperti di Sumbar ada tambang emas yang harus dikembangkan tanpa harus mencontoh daerah lain.

“Sumbar itu keren, dimana-mana makanan Padang, sampai luar negeri ada restoran Padang, ini bisa jadi potensi dan kekuatan,” ucapnya.

Secara tegas dirinya mengatakan bahwa saat ini, Indonesia diserang dari luar secara ekonomi dan dibuat menjadi terpecah-belah. Jika tak bisa bersatu, maka dikhawatirkan akan menimbulkan malapetaka.

Baca juga: Sempat Deadlock, Ramal Saleh Terpilih Jadi Ketum Kadin Sumbar

“Hebatnya Indonesia itu, salah satunya adalah masalah ekonomi, kalau ekonomi kuat, banyak lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan. Dengan pengurangan kemiskinan, ini bagus sekali, dimana itu memperkuat pondasi ekonomi, rakyat semua sejahtera dan keadilan sosial akan ada,” katanya. [zfk]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler