Kukuhkan 3 Guru Besar Fakultas Farmasi, Unand Kini Punya 157 Profesor  

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Universitas Andalas (Unand) kembali mengukuhkan 3 guru besar baru Fakultas Farmasi. Sebelumnya, pada Juni lalu, juga sudah dikukuhkan 2 guru besar perempuan Ilmu Farmasetika.

Tiga guru besar baru yang dikukuhkan kali ini adalah Prof. Dr. apt. Erizal Zaini SSi M.Si (bidang Farmasetika), Prof. Dr. apt. Yufri Aldi MSi (bidang Farmakologi), dan Prof. Dr. apt. Elidahanum Husni MSi (bidang Farmakognosi).

Pengukuhan diadakan di Convention Hall Kampus Unand Limau Manis, Kota Padang, Senin (21/11/2022). Dalam pengukuhan ini, ketuga guru besar menyampaikan orasi ilmiah mengenai penelitian yang dilakukan di bidang masing-masing.

Prof. Erizal Zaini membahas “Rekayasa Kristal Bahan Aktif Farmasi untuk Meningkatkan Kelarutan dan Laju Disolusi”. Ia meneliti soal usaha rekayasa kristal pada Bahan Aktif Farmasi (BAF) atau yang disebut sebagai “obat” oleh masyarakat awam, yang diberikan secara oral (melalui mulut) dalam bentuk sediaan padat, untuk meningkatkan kelarutannya pada saluran pencernaan.

Melalui penelitian tersebut, didapatkan kesimpulan, bahwa rekayasa ini merupakan salah satu strategi menarik yang dapat dilakukan, dan juga berpeluang untuk memberi nilai tambah komersial dan memperpanjang umur hak ciptanya.

Prof. Yufri Aldi menyampaikan orasi ilmiah penelitiannya pada tumbuhan pegagan embun. Dalam orasi berjudul “Pemanfaatan Tumbuhan Pegagan Embun (Hydrocotyle sibthorpioides Lam) dalam Pencegahan Infeksi Virus Covid-19 Melalui Pendekatan Imunomodulator”, diketahui bahwa ekstrak pegagan embun dapat menstimulasi munculnya imunitas pada tubuh. Lalu, dapat pula digunakan untuk mencegah infeksi virus Covid-19, dan jika dikonsumsi terbukti aman bagi hati dan ginjal.

Prof. Elidahanum Husni meneliti kandungan kimia buah paling populer di dunia yaitu jeruk, khususnya jeruk nipis, sundai, purut, dan kasturi, dan mengamati aktivitas antibakterinya.

Hasil penelitiannya membuktikan bahwa minyak atsiri dari jeruk sundai, jeruk nipis, dan jeruk purut, dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Pengukuhan guru besar ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh Universitas Andalas pada tahun 2022. Jumlah total guru besar yang dikukuhkan tahun ini adalah 9 guru besar.

“Sehingga Universitas Andalas saat ini memiliki 157 guru besar, dari 1.400-an dosen. Dengan demikian, lebih dari 10% dosen telah bergelar profesor,” ungkap Wakil Rektor I Unand, Prof. Mansyurdin.

Pengukuan dan penelitian gurui besar sangat mendukung hilirisasi riset dan berpengaruh dalam meningkatkan status Universitas Andalas pada berbagai pemeringkatan, salah satunya World Class University.

Baca juga: Guru Besar Unand Hairul Abral Masuk Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

“Pengukuhan dan orasi ilmiah guru besar ini menjadi salah satu media untuk menyebarluaskan temuan-temuan dan gagasan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan memberikan pencerahan ke masyarakat,” kata Ketua Dewan Profesor Unand, Prof. Helmi. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

No Content Available

Add New Playlist