Kritik Kebijakan Kim Jong Un, 5 Pejabat Kementerian Ekonomi Korut Ditembak Mati

Penulis: Mentari Tryana

Pyongyang, Padangkita.com – Korea Utara (Korut) dikabarkan telah mengeksekusi lima pejabat di Kementerian Ekonomi setelah mereka mengkritik kebijakan pemimpin tertinggi Kim Jong-un.

Diperkirakan, pejabat partai komunis dieksekusi mati oleh regu tembak pada 30 Juli 2020, setelah mereka berbicara tentang kebijakan ekonomi rezim yang telah membuat negara itu menjadi salah satu negara termiskin di dunia.

Rincian percakapan mereka dikatakan telah dilaporkan kembali ke atasan mereka sebelum mereka dipanggil ke sebuah pertemuan dan ditangkap oleh polisi rahasia.

Kelima pria tersebut, yang menghadiri pesta makan malam, secara terbuka membahas ekonomi yang stagnan serta perlunya reformasi industri karena terus memproduksi sedikit barang konsumsi untuk warganya yang miskin.

Dilaporkan bahwa para karyawan juga berbicara tentang perlunya Korea Utara mencari kerja sama asing untuk mengatasi sanksi perdagangan yang membayangi, menurut outlet media Korea Selatan yang fokus melaporkan peristiwa di Utara, DailyNK, dikutip dari Daily Mail, Minggu (13/9/2020).

Baca juga: China dan India Tarik Pasukan dari Perbatasan, Tanda Sengketa Sudah Berakhir

Outlet tersebut mengatakan bahwa kepala Kementerian Ekonomi, serta Kim Jong-un sendiri, diberitahu tentang komentar tersebut sebelum pihak berwenang meluncurkan penyelidikan internal.

Dipercaya bahwa para pejabat yang tidak menaruh curiga dipanggil ke sebuah pertemuan sebelum mereka ditangkap, dipaksa untuk mengaku melakukan tindakan yang merusak rezim, dan dieksekusi.

Daily NK juga mengatakan bahwa keluarga mereka dipindahkan ke kamp tahanan politik di Yodeok, Hamgyeongnam-do, yang terkenal karena menampung para pembangkang.

Eksekusi yang dituduhkan telah memicu kekhawatiran bahwa pembersihan telah kembali setelah awalnya menyapu negara itu pada tahun 2011 menyusul kematian mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-il.

Itu terjadi setelah dilaporkan bahwa Kim Jong-un menampilkan jasad pamannya –seorang jenderal yang kuat– dengan kepala terpenggal usai dieksekusi dengan regu tembak. [*/try]


Berita ini sebelumnya dimuat Liputan6.com jaringan Padangkita.com dengan judul: 5 Pejabat Korea Utara Ditembak Mati Usai Kritik Kebijakan Ekonomi Kim Jong-un