Kisah Usaha Ikan Salai di Lubuk Jantan Tanah Datar yang Justru Makin Berkembang di Tengah Pandemi Covid-19

Kisah Usaha Ikan Salai di Lubuk Jantan Tanah Datar yang Justru Makin Berkembang di Tengah Pandemi Covid-19

Usaha ikan salai di Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. [Foto: Ist. ]

Harga Ikan Salai Tergantung Bahan Baku

Bicara soal harga ikan salai, Popi menyebutkan bervariasi. Harga tergantung jenis ikan dan besar kecilnya ikan tersebut.

"Kalau dari ikan patin harganya dijual kisaran Rp65 ribu per kilogram,  sedangkan untuk ikan lele dijual dengan harga Rp94 ribu," ujar Popi.

Namun, harga tersebut pun tidak tetap. Sebab, biaya produksi ikan salai juga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari naiknya harga makanan ikan seperti pelet yang secara langsung membuat harga ikan yang jadi bahan baku melonjak.

"Dari 100 kilogram ikan (bahan baku), nanti bisa menghasilkan ikan salai lebih kurang 22 hingga 24 kilogram ikan salai," sebutnya.

Sementara itu, untuk memproduksi ikan salai, mereka mempekerjakan sejumlah orang. Khususnya untuk membersihkan ikaan hingga menyiapkan. kayu bakar.

Soal kualitas ikan salai yang mereka hasilkan, Popi menyebut membutuhkan waktu dan penanganan khusus.

"Untuk menghasilkan produk terbaik yang bisa sampai tahan sebulan, harus disalai dulu sejak pagi hingga keesokan paginya, lebih kurang 24 jam. Sebab, jika ikannya belum kering tahannya hanya sekira semingguan kemudian nanti akan berjamur," sebut Popi.

Untuk mendapatkan hasil terbaik itu, mereka memilih bahan baku tidak asal-asalan. Ikan yang akan mereka jadikan ikan salai, akan diteliti dari makanan ikan tersebut.

"Jika ikannya dikasih makanan yang lain, tentu nanti hasil nya juga berbeda. Misal, ikan dikasih makan potongan dari ayam putih, biasanya susah kering ikannya saat di salai. Padahal sudah menghitam tapi tidak kering. Maka dari itu kami lebih memilih ikan yang dikasih makan pelet atau ayam merah," jelasnya.

Soal makanan ikan ini telah menjadi pengalaman mereka. Sebelumnya, sebut Popi, pernah suatu waktu mereka mengalami kerugian jutaan rupiah. Semua itu akibat hasil ikan yang didapat tidak sesuai dengan harapan.

"Yah karena memang bahan bakunya ikan lele saat diternakkan diberi makan sisa ayam putih," sebutnya.

Biasanya kualitas ikan yang jadi bahan baku, jelas Popi, dapat dilihat saat ikan tersebut disalai. Jika ikan kualitas bagus, lanjut dia, saat mulai disalai pada pagi hari, malamnya sudah bisa dipilah dan dikemas.

Halaman:

Baca Juga

Sekda Sumbar Ungkap Rencana Pembangunan Jembatan dan Rehabilitasi Jalan di Tanah Datar
Sekda Sumbar Ungkap Rencana Pembangunan Jembatan dan Rehabilitasi Jalan di Tanah Datar
Gubernur Mahyeldi Resmikan Masjid Mustaqim yang Dibangun dengan Anggaran Rp8 Miliar
Gubernur Mahyeldi Resmikan Masjid Mustaqim yang Dibangun dengan Anggaran Rp8 Miliar
Percepat Proses Revitalisasi, Menteri PU Minta Desain Pasar Serikat Batusangkar Diselesaikan
Percepat Proses Revitalisasi, Menteri PU Minta Desain Pasar Serikat Batusangkar Diselesaikan
Gerak Cepat Bank Nagari Bantu Ringankan Beban Korban Bencana di Tanah Datar
Gerak Cepat Bank Nagari Bantu Ringankan Beban Korban Bencana di Tanah Datar
Pascabanjir Lahar Dingin, PT Semen Padang Salurkan Bantuan Pulihkan Irigasi Sawah di Tanah Datar
Pascabanjir Lahar Dingin, PT Semen Padang Salurkan Bantuan Pulihkan Irigasi Sawah di Tanah Datar
Tensi Politik Tanah Datar Mereda Pasca-Putusan MK, Richi Aprian Beri Selamat Eka Putra
Tensi Politik Tanah Datar Mereda Pasca-Putusan MK, Richi Aprian Beri Selamat Eka Putra