Kisah Perjalanan Rahasia Bung Hatta ke India dan Sejarah Lapangan Udara Gadut

Penulis: Redaksi

Lubuk Basung, Padangkita.com Sang Prolamator Muhammad Hatta atau Bung Hatta memiliki fase kehidupan di Kabupaten Agam. Baik pada masa pra-kemerdekaan maupun masa Indonesia merdeka.

Bukan hanya sekadar dilahirkan di Bukittinggi, yang pernah menjadi ibu kota Kabupaten Agam, akan tetapi Luhak Agam pernah menjadi salah satu bab dalam mozaik perjuangan Bung Hatta.

Jejak perjuangan Bung Hatta di Kabupaten Agam diabadikan pada beberapa monumen di daerah itu. Dua di antaranya pesanggrahan di Nagari Batu Palano dan Lapangan Udara di Nagari Gadut, lokasi monumen pesawat Avron Anson.

Kedua bangunan bersejarah itu menjadi saksi bisu perjuangan sang proklamator. Mulai dari pengasingan sampai kepada misi perjalanan rahasia menuju India untuk menemui Nehru untuk meminta bantuan persenjataan atas permintaan Presiden Soekarno.

Wali Nagari Batu Palano, Erman Dt. Banso Dirajo dalam pidatonya saat Napak Tilas Bung Hatta, Sabtu (13/8/2022) mengungkapkan, di Nagari Batu Palano terdapat sebuah rumah pesanggrahan yang dulunya dibangun oleh Belanda.

“Pada saat Bung Hatta di Bukittinggi, rumah tersebut seringkali dikunjungi sebagai tempat mengasingkan diri untuk menyelesaikan krisis bangsa yang sedang terjadi,” ucapnya.

Kisah Bung Hatta dalam ‘Mohammad Hatta, Memoar ‘(1982) pun menceritakan betapa ia dan rombongan pernah terbang dari Lapangan Terbang Gadut menuju India. Perjalanan itu merupakan perjalanan rahasia, bahkan Bung Hatta kala itu menyamar menjadi Abdullah.

Perjalanan ke India itu ditempuh dalam beberapa hari dan transit di berbagai negara. Pada saat di Kuala Lumpur, Malaysia, Bung Hatta menginap di sebuah hotel yang dimiliki seorang warga negara Inggris. Ia sempat merasa curiga mengetahui seorang co-pilot diinapkan di kamar paling bagus.

“Yang benar-benar menjadi co-pilot adalah Adisutjipto. Sebelum menjadi pilot Pemerintah Republik Indonesia, ia adalah pilot pemerintah Belanda dan dilatih oleh Angkatan Udara Inggris menghadapi Angkatan Udara Nazi-Jerman,” kata Bung Hatta.

Khairul Jasmi dalam buku kumpulan feature-nya mengisahkan betapa Bung Hatta bukan hanya pernah terbang di Lapangan Udara Gadut. Justru, Bung Hatta lah tokoh yang memprakarsai kehadiran Avro Anson pesawat pertama Indonesia yang kemudian mendarat di lapangan udara itu.

Bung Hatta masa itu ‘meminta’ uang pada ibunya dan kaum wanita Minangkabau. Dapat satu kaleng biskuit penuh emas. Emas itu lalu dilebur menjadi 14 kg, lalu dibelikan pesawat Avro Anson di Thailand Selatan.

Baca juga: Menjelajahi dan Merasakan Perjuangan Bung Hatta di Metaverse lewat HMH-Virtual

Desember 1949, pesawat itu mendarat di Lapangan Udara Gadut. Pada 9 Desember tahun tersebut pesawat pertama milik Indonesia itu diterbangkan kembali. Pesawat diterbangkan oleh Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist