Kisah Mahyeldi yang Jadi Gubernur Sumbar Pertama Menginap di Daerah Terisolasi di Pasaman

Penulis: Redaksi

Pasaman, Padangkita.com – Selama dua hari, Rabu (21/7/2021) dan Kamis (22/7/2021) Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah berada di Jorong V Pertemuan, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.

Butuh perjuangan keras Mahyeldi dan rombongan untuk sampai ke jorong terisolasi ini. Mahyeldi setidaknya harus naik sampan menyusuri sungai yang deras selama lebih dari 3 jam. Di sini, Mahyeldi pun menginap semalam.

Bersama Mahyeldi, ikut pula Wakil Bupati Pasaman Sabar AS dan sejumlah pejabat Pemprov Sumbar dan Pemkab Pasaman.

Wali Nagari Muara Sungai Lolo, Ogi Arianto mengatakan, ini merupakan yang pertama kalinya Gubernur Sumbar bersama Wakil Bupati berkunjung ke Pertemuan, bahkan sampai menginap.

“Belum pernah ada Gubernur Sumbar sampai ke sini, di negeri yang belum tersentuh infrastruktur pembangunan. Jangankan jalan, jaringan listrik pun belum ada,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, kata Ogi, kehadiran Gubenur Sumbar di kampungnya telah membawa berkah bagi perkembangan pembangunan di daerah tersebut.

Baca juga: Banyak Kampung di Pasaman Masih Terisolasi, Pemprov Sumbar Bangun Jalan hingga Perbatasan Riau

“Saat ini sudah ada bantuan listrik solar panel, energi listrik yang mempergunakan cahaya matahari dengan program listrik mandiri (Linmar). Sudah ada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH),” ungkapnya.

Mahyeldi Tantang Gagasan Pemuda

Sementara itu, dalam pertemuan dengan masyarakat Jorong V Pertemuan di Masjid Raya Muklisin, Mahyeldi menantang para pemuda setempat untuk membuat program yang bisa didukung oleh pemerintah.

“Dalam satu bulan ke depan, saya minta pemuda Jorong V Pertemuan datang temui saya di Gubernuran bersama tokoh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pasaman, anggota DPRD dan bawa proposal. Gagasan kegiatan apa yang akan dilakukan dalam percepatan kesejahteraan masyarakat Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo ini,” tantang Mahyeldi.

Ia menegaskan, putra dan putri daerah wajib memberikan kontritbusi pemikiran, tenaga dan berkerja sama untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung halamannya.

“Begitu banyak potensi Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo, ada gambir, serai wangi, atsiri, karet dan ikan gariang, serta karya budaya masyarakat. Karena itu para pemuda mesti bangkit memberikan kerja nyata memajukan kampung halamannya,” ajak Mahyeldi.

Di Jorong V Pertemuan, Mahyeldi juga meluncurkan program Sumbar Bersinar dan CSR Listrik Mandiri (Limar) memanfaatkan listrik tenaga surya (solar panel). Dengan modal Rp3,7 juta sudah bisa menghasilkan listrik tiap rumah.

Ia berharap, dengan program Linmar tersebut, semua daerah tertinggal, terisolasi yang belum dialiri PLN di Sumbar, tetap bisa menikmati listrik.

“Program Limar ini merupakan karya Ujang Koswara dari Bandung yang memberikan alternatif penerangan bagi masyarakat di daerah yang jauh dari jangkauan infrastruktur jalan dan transportasi.”

Baca juga: Ketika Gubernur Sumbar Mahyeldi Naik Turun Sampan Temui Masyarakat Jorong V Pertemuan

“Kita tahu di Sumbar masih banyak masyarakat berada pada daerah-daerah tertinggal dan terisolasi belum terjamah pembangunan,” ulas Mahyeldi. (*/pkt)

Terpopuler