Banyak Kampung di Pasaman Masih Terisolasi, Pemprov Sumbar Bangun Jalan hingga Perbatasan Riau

Penulis: Redaksi

Pasaman, Padangkita.com – Kampung (jorong) terisolir atau terisolasi masih banyak terdapat di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), di antaranya di Kabupaten Pasaman.

Dalam upaya menghapus keterisolasian itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) membantu pengaspalan jalan Tapus-Silayang Muaro Sungai Lolo, Pasaman.

Ini merupakan salah satu dukungan untuk membuka akses jalan Rao-Mapat Tunggul Selatan-Muaro Sungai Lolo, Pasaman hingga perbatasan Sumbar-Riau.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan saat ini juga ada 4 segmen senilai Rp4,3 miliar dari Tapus ke Silayang sepanjang 1.5 km yang sedang dalam pengerjaan.

“Mudahan-mudah segera tuntas walaupun secara bertahap, sehingga akses jalan ini mampu membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Mahyeldi dalam pertemuan dengan masyarakat Jorong V Pertemuan, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Rabu (21/7/2021).

Ia berharap dengan dukungan jalan yang baik, hasil kebun atau ladang masyarakat makin mudah diangkut ke pasar. Berdasarkan data yang ia terima, hasil gambir setiap pekan di Jorong Pertemuan mencapai 1,5 ton.

Saat ini, kata dia, harga gambir di pasar setempat Rp20 ribu per kg. Selain gambir, Pertemuan juga menghasilkan minyak atsiri, minyak serai wangi dan ikan gariang.

“Ketika sore tadi saya bertanya pada seorang masyarakat berapa harga gambir agar untung bisa di dapat masyarakat? Jawabnya Rp22 ribu. Tentu ini mesti bagian bagaimana soal harga gambir kita yang menentukan, bukan mereka (pembeli). Termasuk harga komoditi yang lain, dengan cara meningkatkan kualitas hasil dan membuat pengelolaan pasar yang sehat,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya ke Jorong Pertemuan, Mahyeldi juga melihat karya anyaman pandan seorang warga benama Vini. Mahyeldi pun kagum dengan tikar salat imam dan tempat beras takziah yang dibuat dari anyaman.

Ia berharap kerajinan tangan ini dapat dikembangkan dan diteruskan oleh generasi berikutnya sebagai tradisi budaya masyarakat memanfaatkan waktu senggang.

“Belum lagi ikan garing yang enak, jika kembangkan lebih banyak lagi tentunya akan memberikan dampak sehat bagi perekonomian masyarakat Jorong Pertemuan,” ungkapnya.

Wakil Bupati Pasaman Sabar AS dalam kesempatan itu menyampaikan, jika jalan Rao-Mapat Tunggul Selatan tuntas, maka nagari dan jorong sekitar akan merdeka dari keterisolasian selama ini.

“Indonesia akan merayakan 76 tahun kemerdekaan. Namun masih saja ada nagari dan jorong belum merdeka dari keterisolasian  dan keterbelakangan kemajuan pembangunan,” ujarnya.

Sabar mengungkapkan nagari dan jorong-jorong terisolasi di Pasaman ini masih banyak. Daerah tersebut kurang dari segala sarana kemajuan pembangunan, belum ada listrik, jalan, apa lagi yang namanya jaringan komunikasi.

Baca juga: Ketika Gubernur Sumbar Mahyeldi Naik Turun Sampan Temui Masyarakat Jorong V Pertemuan

“Pemerintah Kabupaten Pasaman ingin bersama-sama Pemprov Sumbar bersinergi dan berkolaborasi memerdekakan banyak nagari dan jorong-jorong terisolasi di Pasaman ini. Dukungan dan kebersamaan dengan masyarakat tentu menjadi bagian tak terpisahkan dari keinginan besar menjadi daerah yang merdeka dari keterbelakangan dan keterisolasian,” harapnya. (*/pkt)

Terpopuler