Kisah Dibangunnya Monumen Al-Quran di Islamic Center Padang Panjang

Penulis: Redaksi

Padang Panjang, Padangkita.com – Dibangunnya monumen al-Quran yang terdiri dari Surat Shad, Ayat 6-36 di Islamic Center Kota Padang Panjang ternyata berawal dari ramah tamah Wali Kota (Wako) Fadly Amran bersama Ketua Alumni Angkatan 81 SMP Padang Panjang, Zulmawi Munir.

Ide itu muncul pada Februari 2021. Hal itu berawal dari keinginan Zulmawi untuk menyumbangkan Patung Bundo Kanduang dan Patung Kuda, yang direncanakan terpasang di Lapangan Bancah Laweh.

Namun, keinginan itu tak mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang Panjang, karena Kota Padang Panjang dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah.

“Karena tidak mendapat dukungan MUI, muncullah ide Bapak Wako Fadly untuk membuat Monumen al-Quran sewaktu beliau diundang dalam malewakan gala Datuak Saidi, 10 Juni 2021,” ujar Zulmawi, Sabtu (6/11/2021).

Kemudian, pembicaraan Monumen al-Quran dilanjutkan saat berkunjung ke rumah ahli ukir di Bantul, Yogyakarta, Yulhendri yang juga merupakan orang Padang Panjang.

Yulhendri juga merasa terpanggil untuk menyumbangkan karyanya di kampung halaman, dan diselesaikan selama empat bulan.

Bahkan, kata Zulmawi, para alumni juga merasa senang peresmian Monumen al-Quran bertepatan dengan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXIX Tingkat Provinsi Sumatra Barat yang digelar di Kota Padang Panjang.

“Begitulah sejarah Monumen al-Quran ini, yang bakal berdiri megah di tengah halaman Islamic Centre. InsyaaAllah akan diresmikan Bapak Wako Fadly pada 12 November 2021,” ungkapnya.

Para alumni, kata Zulmawi, juga berharap monumen itu menjadi langkah awal dari para alumni dari berbagai angkatan, untuk ikut berpartisipasi terhadap kampung halaman. Dan bisa menjadi ikon Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah.

Baca juga: Diresmikan 12 November, Monumen Alquran Jadi Ikon Religi Kota Padang Panjang

“Monumen ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya, dengan bertambahnya kunjungan wisatawan ke Islamic Center. Harapan terakhir dari kami, agar monumen dapat dipelihara secara berkala. Karena umur ekonomis monumen ini diperkirakan 20 tahun,” katanya. [*/zfk]

Terpopuler

Add New Playlist