Kisah Anak Padang Tinggalkan Karir di Jepang Demi Bangun Mobil Listrik di Indonesia

Penulis: Redaksi

Ricky membaca tulisan Dahlan setelah dikirim temannya dari Indonesia. Jiwa nasionalismenya pun berontak.

Padahal saat itu, ia tengah bekerja di Jepang sebagai seorang peneliti dan pengembang teknologi mesin-mesin listrik, baik untuk pembangkit maupun kendaraan listrik. Nama perusahaannya Shimizu SIM-Drive Platform.

“Dan kebetulan, perusahaan kami juga memasok komponen-komponen untuk kendaraan listrik. Saya juga dilibatkan dalam riset mobil listrik, lalu saya dikirimkan tulisan Pak Dahlan itu oleh teman saya,” ungkap Ricky.

Menurut Ricky, ketika itu adalah tahun ke-19 ia bekerja di Jepang. Ia memulai karir di Jepang sejak tahun 1999.

“Mas Ricky ini ada Menteri yang mau mengembangkan mobil listrik. Pulang dong, ini tantangan besar nih,” kata Ricky tentang ajakan salah seorang temannya waktu itu.

Luluh Oleh Tekad Dahlan Iskan

Singkat cerita, Ricky pun memutuskan untuk menutup karirnya di Jepang dan kembali ke Indonesia. Target pertamanya adalah bertemu dengan Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN yang mengundang anak-anak Indoensia di luar negeri untuk pulang ke Indonesia.

“Akhirnya kita ketemu 30 April 2012 (di kantor Dahlan Iskan). Pukul 15.30. Waktu itu, Pak Dahlan datang terlambat. Lalu bilang ‘maafkan saya terlambat’, saya kaget, masih ada menteri yang mau minta maaf,” ujar Ricky sambil tertawa.

Sikap Dahlan itu, kata Ricky, sangat berkesan bagi dirinya.

Lalu, dalam pembicaraan berikutnya, Dahlan Iskan menyebut angka Rp500 juta sudah bisa menjadi sebuah mobil lsitrik.

“Saya tertawa terpingkal-pingkal (mendengarnya),” kata Ricky.

Sementara, kata Ricky, di project mobil listrik yang ikuti bersama perusahaannya di Jepang, yakni Shimizu SIM-Drive Platform, untuk meuwujudkan 1 mobil, harus konsorsium dengan 39 perusahaan.

Terpopuler

Add New Playlist