Kakek Ini Tebus Dosa Semasa Hidupnya dengan Tinggal di Kawasan Kuburan

Penulis: Erika

Berita viral terbaru dan berita trending terbaru: seorang kakek memilih untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan tinggal di kawasan kuburan.

Padangkita.com – Abah Sarji yang berusia 102 tahun ini memutuskan untuk tinggal di kawasan Tempat Pemakaman Umum desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kuningan, Jawa Barat.

Di kawasan tersebut ia tinggal di sebuah gubuk kecil yang hanya berukuran tak lebih dari 2×2 meter dan gubuk itu hanya terbuat dari bahan bambu. Tempat yang ditinggali Abah Sarji persis menyerupai saung alakadar.

Bukan karena dilantarkan oleh keluarganya, kakek Sarji tinggal di sana memang atas kehendak dirinya sendiri. Bahkan, kakek Sarji telah tinggal di kawasan pemakamam umum setempat selama lima tahun.

Pria berusia satu abad dua tahun ini mengaku tidak pernah mengenakan kaus dan hanya bertelanjang dada dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, Abah Sarji tidak pernah masuk angin gara-gara sering bertelanjang dada apalagi kedinginan.

“Iya tidak pernah masuk angin dan biasa saja. Usia 102 tahun semua masih normal, tapi kaki saja merasa tak kuat jalan dan kalau mau ke air suka ngesot serta jalan juga pakai tongkat,” tuturnya.

Alasan kenapa Abah Sarji lebih memilih untuk tinggal di kawasan TPU adalah untuk menembus perbuatan dosa yang dilakukannya semasa hidup.

“Iya, itung-itung nebus dosa Abah Sarji sewaktu hidup zaman dahulu. Juga Abah minta kepada kaula muda agar cepat malik atau ingat, sebab usia alam sudah tua,” katanya.

Selain itu, tinggal di sekitar lahan TPU membuat Abah Sarji selalu terdorong dalam meningkatkan ibadahnya. Setiap harinya Abah Sarji selalu berzikir kepada Allah SWT.

“Iya setiap waktu dan malam hari, Abah tidak lepas berdoa dan zikir minta pengampunan terhada Gusti Allah,” ujarnya.

“Iya kalau tiap malam, dzikir membaca sebisa apa saja. seperti Astagfirullah, La Ila Ha Illallah dan itu sekuatnya,” sambung Abah Sarji.

Terkait kebutuhan makanan dan minuman, Abah Sarji setiap harinya selalu mendapatkan kiriman dari keluarganya.

“Kiriman itu datang dari anak atau cucu. Biasanya bawa makanan dan rokok kayak gitu,” ujar Abah Sarji.

Warga setempat berencana untuk memindahkan gubuk tempat tinggal Abah Sarji lantaran lokasi yang ditempati Abah Sarji saat ini sangat gelap ketika malam harinya. Hal itu juga sudah disetujui oleh Abah Sarji. [*/rik]


Baca berita viral terbaru dan berita trending terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler