Jadi Tuan Rumah TdS 2018, Pemprov Sumbar Anggarkan Rp5 Miliar

Penulis:
TdS 2017 (Foto: Ist)

Padangkita.com – Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Barat (sumbar) menyatakan pergelaran ajang balap sepeda tahunan Tour de Singkarak (TdS) tahun depan akan kembali diselenggarakan. Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan Pemprov
Sumbar akan menyediakan bantuan anggaran untuk menyukseskan TdS 2018.

Menurutnya, Kementerian Pariwisata masih mempercayakan Sumbar untuk menghelat pergelaran TdS 2018. Hal tersebut didukung kesiapan sejumlah kabupaten dan kota untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan TdS 2018. Selain itu diharapkan bantuan dana dari para sponsor.

“Untuk tahun depan, Pemprov Sumbar akan menganggarkan dana sekitar Rp5 miliar untuk membantu kegiatan TdS. Dana itu nanti ditambah dari Kabupaten dan Kota serta bantuan dari pemerintah pusat,” katanya kepada padangkita, Minggu (26/11/2017).

Meski demikian, anggaran tersebut menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar karena Anggaran
Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) hingga kini masih belum disahkan.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata RI Esty Reko Astuty mengatakan penyelenggaraan TdS 2018 tetap berada di bawah Kementerian Pariwisata. Tidak ada penyerahan pelaksanaan TdS 2018 sepenuhnya pada provinsi.

TdS 2018 adalah pelaksanaan ke-10 kalinya dan diharapkan bisa tetap menjadi salah satu kegiatan untuk menarik wisatawan datang ke daerah tersebut.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara berharap para atlit balap sepeda internasional ini bisa menjadi duta pariwisata Indonesia, menceritakan keindahan alam dan budaya Sumatera Barat.

Ukus juga menjelaskan penyelenggaraan event sport tourism TdS 2017 memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat (direct impact economic tourism) serta media value yang tinggi.

“Multiplyer effect pariwisata cukup besar, akan berpengaruh terhadap sektor-sektor lainnya, misalnya pertanian, perdagangan dan juga transportasi. Ini tujuan kita menggenjot sektor pariwisata. Dan Tour de Singkarak ini sebagai sarana promosi efektif untuk pariwisata Sumatera Barat,” ungkap Ukus Kuswara.

Ukus Kuswara juga menjelaskan sejak 2013 Amauri Sport Organisation (ASO) merekomendasi TdS menjadi kejuaraan mayor di Asia karena mampu menyedot lebih dari satu juta penonton. Ranking TdS tingkat dunia dari jumlah penonton menduduki peringkat ke-5, setelah Tour de France, Giro d’Italia, Vuelta a Espana, Santos Tour Down Under dan Tour de Singkarak.

Seperti diketahui, Tour de Singkarak (TdS) 2017, resmi ditutup di Bukittinggi, Minggu (26/11/2017). Dari sembilan etape yang berlangsung sejak Sabtu (18/11) lalu, pembalap Iran dari tim Tabriz Shahrdary, Khalil Khorshid, dinobatkan sebagai yang terbaik (yellow jersey) dengan catatan waktu total 30 jam 12 menit 18 detik untuk jarak balapan lebih dari 1.100 km.

Kemenangan Khorsid sekaligus meneguhkan dominasi Iran sebagai pembalap terbaik TdS dari tahun ke tahun. Tahun 2016 lalu, Amir Kolahdouz yang saat itu memperkuat Pishgaman Cycling Team Iran menjadi juara dalam ajang balapan yang diperkuat
Kementerian Pariwisata ini. Tahun sebelumnya lagi, 2015, Arvin Moazemi juga menjadi yang terbaik di Tour de Singkarak.

Nama pembalap Iran lainnya yang berhasil mengunci posisi terbaik di Tour de Singkarak adalah Amir Zargari yang menjuarai edisi 2014. Ada lagi Ghader Mizbani yang menjadi juara pada edisi 2013, 2010, dan 2009.

Terpopuler