Intelejen AS Sebut Putra Mahkota Saudi Izinkan Pembunuhan Jamal Kashoggi

Penulis: Mentari Tryana

Padangkita.com – Laporan intelijen AS menyatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyetujui pembunuhan jurnalis Saudi yang diasingkan, Jamal Khashoggi pada tahun 2018.

Laporan yang dirilis oleh pemerintahan Biden mengatakan pangeran menyetujui rencana untuk menangkap atau membunuh Khashoggi.

AS pun telah mengumumkan sanksi terhadap puluhan orang Saudi tetapi tidak pada pangeran itu sendiri. Gedung Putih mengatakan Presiden Biden memastikan bahwa AS mementingkan universal hak asasi manusia dan hukum.

“Kami menilai bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman menyetujui operasi di Istanbul untuk menangkap atau membunuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi,” kata laporan kantor direktur intelijen nasional AS, dilansir dari BBC.

Putra mahkota adalah putra Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan dianggap sebagai penguasa kerajaan yang efektif.

Laporan intelijen mencantumkan tiga alasan untuk percaya bahwa putra mahkota pasti menyetujui operasi tersebut:

– Kontrolnya atas pengambilan keputusan di kerajaan itu sejak 2017
– Keterlibatan langsung dalam pengoperasian salah satu penasihatnya serta anggota dari bagian pelindungnya
– Dukungannya untuk menggunakan tindakan kekerasan untuk membungkam para pembangkang di luar negeri.

Laporan tersebut selanjutnya menyebutkan nama orang-orang yang diduga terlibat, atau bertanggung jawab atas, kematian Khashoggi. Tapi dikatakan “kami tidak tahu seberapa jauh sebelumnya” mereka yang terlibat berencana untuk menyakitinya.

Arab Saudi Menolak Laporan Intelejen AS

Sementara itu, pihak Arab Saudi menyatakan menolak laporan tersebut. Mereka menilai laporan tersebut negatif, salah dan tidak dapat diterima.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sepenuhnya menolak penilaian negatif, salah, dan tidak dapat diterima dalam laporan yang berkaitan dengan kepemimpinan kerajaan, dan mencatat bahwa laporan tersebut berisi informasi dan kesimpulan yang tidak akurat,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (27/2/2021).

Arab Saudi sebelumnya menggambarkan pembunuhan itu sebagai operasi yang berjalan keliru dan dengan keras membantah putra mahkota terlibat.

“Sangat disayangkan tentang adanya dokumen ini, dengan kesimpulan yang tidak dapat dibenarkan dan tidak akurat, sementara kerajaan dengan jelas mengecam kejahatan keji ini, dan kepemimpinan kerajaan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa tragedi seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi,” terang Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Ditambahkannya juga bahwa, “Kerajaan menolak tindakan apa pun yang melanggar kepemimpinan, kedaulatan, dan kemandirian sistem peradilannya”.

Putra Mahkota Mohammed, yang secara efektif adalah penguasa kerajaan, juga telah menyangkal peran apa pun dalam pembunuhan itu.

Baca juga: Pelapor Khusus PBB: Pangeran Mahkota Saudi Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Diketahui, Khashoggi terbunuh saat mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul, Turki, dan tubuhnya dipotong-potong.

Wartawan berusia 59 tahun itu pernah menjadi penasihat pemerintah Saudi dan dekat dengan keluarga kerajaan, tetapi dia tidak disukai dan pergi ke pengasingan di AS pada 2017.

Dari sana, dia menulis kolom bulanan di Washington Post di mana dia mengkritik kebijakan Pangeran Mohammed. [try]


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler

Add New Playlist