Hotman Paris Minta UAS Lembut Sama Non-muslim, Apa Tanggapan UAS?

Penulis: Julia Fitri

Berita artis terbaru: Hotman Paris meminta Ustaz Abdul Somad untuk lebih lembut terhadap non-muslim. Hal itu bermula dari video ceramah sang ustaz yang sengaja dipotong-potong oleh oknum tertentu.

Padangkita.com – Belakangan ramai di media sosial sol video percakapan pengacara kondang Hotman Paris dengan Ustaz Abdul Somad (UAS).

Dalam video itu, terlihat bahwa Hotman Paris menyinggung soal isi ceramah UAS yang dinilai banyak menyinggung non muslim.

“Pak Somad inikan, sudah banyak fansnya apapun yang diucapkan bisa kadang-kadang sensitif. Itu bisa mengandung pro dan kontra dari yang berbeda agama,” ujar Hotman seperti dikutip dalam video Live Streaming berjudul ‘Bincang Bersama Hotman Paris’ di kanal Youtube Ustadz Abdul Somad Official.

Lebih lanjut Hotman meminta UAS untuk bersikap lebih lembut dengan non-muslim.

“Pak Somad kan sudah banyak fansnya, saya menyarankan agar lebih lembut, lebih akomodatif, terhadap yang juga beda agama jadi lebih banyak fansnya nanti,” katanya.

Mendapati pertanyaan itu, UAS hanya membalas dengan senyum tipis. Setelah terdiam beberapa detik, UAS lantasmenjawab pertanyaan Hotman Paris secara perlahan dan hati-hati.

“Begini Bang Hotman, saya ini dari kecil bertetangga berkawan, datang ke rumah, bertamu dengan orang, beda agama. Karena saya lahir di Sumatera utara kabupaten asahan,” kata UAS.

UAS kemudian menceritakan bahwa dirinya berasal dari lingkungan yang multi agama sehingga ia tahu bagaimana menghormati dan hidup berdampingan dengan non-muslim.

Mengenai videonya yang beredar soal non-muslim, UAS beranggapan bahwa video itu merupakan video potongan dan bukan untuk disiarkan kepada publik.

Baca juga: Kisah Haru Ratu Kecantikan Kolombia Relakan Kaki Diamputasi Karena Ini

“Setelah saya sekolah di Mesir dan belajar agama islam, saya ceramah di tengah tanah lapang, ada yang di stadion, jadi semua bisa dengar ceramah satu persatu.

Tapi soal ceramah yang viral, itu ceramah di dalam ruangan, di masjid, dan di dalam ruangan. Misalnya saat solat subuh, dan dalam kapasitas menjawab pertanyaan orang,” ungkapnya.

Terpopuler

Add New Playlist