Harga Melonjak, Pemko Sawahlunto Gelar Operasi Pasar Bawang Putih

Penulis: Redaksi

Sawahlunto, Padangkita.com – Dalam beberapa minggu terakhir, harga bawang putih di sejumlah pusat perdagangan mengalami kenaikan. Kenaikan harga bawang putih tersebut disebabkan kelangkaan stok yang terjadi.

Menyikapi naiknya harga bawang putih tersebut, Pemerintah Kota (pemko) Sawahlunto bekerjasama dengan Kementan RI dan Pemprov Sumbar akan menggelar operasi pasar.

Andy Rastika, MM Kabid Ketahanan Pangan Kota Sawahlunto menjelaskan operasi pasar ini ditujukan untuk menstabilkan harga bawang putih di pasaran. Di Sawahlunto harga jual bawang putih sempat menembus harga 60 ribu per kilogram.

“Operasi pasar yang dilakukan dengan memasok 1 ton bawang putih dengan harga jual Rp 32 ribu /kg,” katanya dilansir dari humas, Senin (17/02/2020).

Baca juga: Pemko Padang Akan Gelar Operasi Pasar Bawang Putih

Operasi pasar bawang putih tersebut rencananya akan digelar pada rabu 19 Februari 2020 di Lapangan Parkir Balaikota Sawahlunto.

Dirinya menegaskan dengan kenaikan harga bawang putih berimbas terhadap inflasi di Sumatera Barat. Inflasi di Januair diperkirakan mencapai 0,6 persen.

“Di Januari saja, inflasi di Sumbar telah mencapai 0,6%. Karena itu Pemko Sawahlunto segera mengambil tindakan, salah satunya dengan bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dalam menyediakan stok 1 ton bawang putih” ujar Andy Rastika menjelaskan.

Tindakan ini sesuai dengan prosedur, dimana ketika terjadi lonjakan harga barang mencapai 25 % atau lebih, maka Pemerintah harus segera melakukan operasi pasar, untuk menstabilkan harga.

Sebelumnya, harga bawang putih di sejumlah pasar di Sumatra barat mengalami kenaikan. Harga bawang putih dipasaran saat ini berkisar diharga Rp50.000 per kilogramnya, sedangkan harga biasa berkisar antara Rp25.000 per kilogramnya.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit menyatakan jika terjadi kelangkaan Pemerintah Provinsi Sumbar akan menyurati kementerian untuk dapat memenuhi kebutuhan bawang putih di sumbar.

Nasrul Abit juga menyatakan bahwa kelangkaan pasokan bawang di Sumatra Barat dan sejumlah daerah di Indonesia disebabkan karena dampak virus corona.

Pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk menunda sementara impor bawang putih dari China hingga masalah tersebut selesai. Dampak dari penghentian impor itu berdampak pada kenaikan harga bawang putih di sejumlah daerah.

 

Terpopuler

Add New Playlist