Gubernur Sumbar Minta Media Beritakan Informasi Positif Soal Covid-19 Agar Pasien Tak Cemas

Penulis: Redaksi

Lubuk Basung, Padangkita.com – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta media massa berperan membantu penanggulangan Corona (Covid-19) dengan cara memberitakan informasi yang positif.

Hal itu, kata Mahyeldi, sangat penting karena informasi yang diberitakan media sangat vital dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Sumbar.

Mahyeldi yang sedang berkunjung ke RSUD Lubuk Basung, Jumat (30/7/2021), menunjuk pengalaman yang diceritakan mahasiswa Indonesia di Wuhan, Cina.

Di sana, lanjut Mahyeldi mengutip cerita mahasiswa tersebut, media memberitakan hal-hal positif yang mampu memberikan semacam terapi kepada masyarakat dan pasien sehingga tidak muncul kecemasan yang bisa menurunkan imun.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi mengingatkan pemerintah daerah untuk meminta advice atau pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam hal penggunaan dana untuk penanggulangan Covid-19.

“Kebutuhan dana untuk penanggulangan Covid-19 ini sangat tinggi tetapi tetap diperlukan langkah-langkah untuk mempersiapkan pertanggungjawabannya. Salah satunya dengan pendampingan dari BPKP,” kata Mahyeldi.

Selain pendampingan dari BPKP, Mahyeldi menyatakan, pemerintah daerah juga perlu meminta saran dari Kejaksaan agar tidak terjadi kesalahan administrasi yang berujung pada persoalan hukum.

“Inspektorat juga harus terus memainkan perannya untuk menjaga agar tidak terjadi kesalahan dalam penganggaran dana penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi memberikan semangat dan dorongan moral bagi tenaga kesehatan yang bekerja siang malam untuk menangani pasien Covid-19.

Sementara itu Dirut RSUD Lubuk Basung, Syafrizal Antoni, mengatakan saat ini pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Lubuk Basung sebanyak 46 orang. Sepanjang Juli 2021 tingkat kematian cukup tinggi yaitu 30 orang. Rata-raya yang meninggal lanjut usia (70 tahun ke atas) yang memiliki riwayat sakit bawaan atau sakit yang sudah menahun.

Baca juga: Banyak Pasien Covid-19 di Tanah Datar Alami Stres, Angka Kesembuhan Baru Capai 80 Persen

RSUD itu juga kekurangan tenaga kesehatan. Sebanyak 46 pasien Covid-19 yang dirawat hanya diawasi oleh 10 tenaga kesehatan. Namun dalam waktu dekat pihaknya berencana merekrut 30 orang nakes. Kendala lain di RSUD itu, kurangnya ruangan yang memiliki ventilator dan kekurangan tempat tidur. (*/pkt)

Terpopuler