Gubernur Sumbar Minta Bantuan Ventilator Saat Rakor Bersama Menteri, Belum Bahas Perpanjangan PPKM

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Level 1-4 di Sumatra Barat (Sumbar) akan berakhir besok (2/8/2021). Namun, sejauh ini belum ada kepastian soal diperpanjang atau diubah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah telah rapat koordinasi (Rakor) secara virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto tentang evaluasi perkembangan dan tindak lanjut PPKM level 4 di luar Jawa – Bali, Sabtu (31/7/2021).

Namun dalam pertemuan itu belum dibahas soal perpanjangan PPKM. Mahyeldi pada kesempatan itu menyampaikan soal kesulitan yang dihadapi Sumbar dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Antara lain soal kekurangan peralatan ventilator di rumah sakit, oksigen media, dan pasokan vaksin. Sejauh ini, kata Mahyeldi, telah diupayakan penambahan ruangan atau tempat tidur untuk pasien Covid-19. Namun kini Sumbar kekurangan ventilator untuk melengkapi ruangan tesebut.

“Untuk itu kami berharap ada dukungan dari pusat untuk sarana dan prasarana di ruangan yang baru dialokasikan untuk pasien Covid-19, terutama untuk ventilator,” katanya.

Ia juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk membantu ketersediaan obat Covid-19. Mahyeldi mengaku sudah mengecek langsung ke beberapa rumah sakit.

Sementara untuk oksigen, Mahyeldi mengatakan sudah berkoordinasi dengan pemasok yang ada di Sumbar agar memprioritaskan kebutuhan rumah sakit. Koordinasi juga dilakukan dengan beberapa gubernur provinsi tetangga seperti Riau, Sumatra Selatan dan Sumatra Utara.

“Beberapa provinsi sudah bersedia membantu pasokan oksigen Sumbar. Namun kita harus memikirkan proses distribusi karena sebagian armada truk pengangkut oksigen yang ada di Sumatra saat ini banyak yang beroperasi di Jawa. Kalau bisa kami minta dukungan untuk distribusi ini,” ujarnya

Ia menyebut meski sudah ada beberapa solusi yang bisa diambil, namun untuk kebutuhan harian oksigen di rumah sakit masih tetap membutuhkan dukungan dari Kementerian Kesehatan agar tidak terjadi kelangkaan.

“Terakhir kami juga butuh dukungan untuk ketersediaan vaksin karena seluruh vaksin yang didistribusikan ke Sumbar sudah terpakai semuanya,” katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang ikut dalam rapat virtual itu mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui bantuan 2 juta paket obat Covid-19 yang akan didistribusikan ke semua Puskesmas melalui TNI.

Obat itu untuk mempertebal stok di tingkat Puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pasien isolasi mandiri di daerah. Namun, lanjut dia, berdasarkan evaluasi memang belum semua paket obat-obatan itu yang telah sampai ke Puskesmas. Untuk itu ia akan berkoordinasi lagi dengan panglima TNI.

Untuk vaksin, Budi mengatakan jumlah yang diterima secara nasional memang baru mencapai 21 persen karena itu angkanya tidak berbeda jauh dengan yang didistribusikan di daerah.

Namun dalam minggu kedua Agustus sudah dijadwalkan datang 50 juta dosis vaksin yang segera akan dibagikan ke seluruh provinsi di Indonesia.

Sementara terkait oksigen ia meminta provinsi untuk segera membentuk Satgas oksigen agar bisa berkoordinasi langsung untuk mengatur pola distribusi oksigen ke provinsi.

“Satgas oksigen ini penting karena akan berkordinasi setiap hari dengan Kementerian Kesehatan terkait kebutuhan oksigen di daerah, jadi harus cepat dibentuk,” katanya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan bahwa Presiden berharap tingkat kasus Covid-19 ke depan bisa ditekan. Memang dengan testing yang semakin tinggi jumlah kasus aktif bisa naik karena itu yang perlu diperhatikan adalah BOR rumah sakit dan upaya meningkatkan penyembuhan.

Baca juga: Hampir Semua Rumah Sakit di Sumbar Kekurangan Oksigen, Ventilator dan Tenaga Kesehatan

“Kebijakan di hulu sangat penting juga kebijakan untuk penyediaan tempat isolasi terpusat. Ini harus jadi perhatian gubernur,” pungkasnya. (*/pkt)

Terpopuler

Add New Playlist