Gubernur Mahyeldi Tegaskan Tak Ada Warga Sumbar yang Menolak Jalan Tol

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menerima Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan sejumlah anggota Komite DPD RI, Jumat (26/11/2021

Dalam pertemuan tersebut Mahyeldi menjelaskan tentang program pembangunan, khususnya jalan tol Padang-Pekanbaru. Ia menegaskan, semua pembangunan yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk kebaikan dan menguntungkan masyarakat

“Jalan tol ini kita bangun, siapapun tidak boleh rugi. Semua harus mendapatkan manfaat. Kedatangan DPD RI memberikan penguatan bagi kita di Sumbar,” kata Mahyeldi di depan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan sejumlah anggota Komite DPD RI.

Mahyeldi mengatakan pembangunan jalan tol tersebut, melibatkan banyak pihak dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Pemprov Sumbar bertugas untuk sosialisasi program kepada masyarakat.

“Tugas ini sudah kita laksanakan bersama bupati dan wali kota sepanjang jalur yang akan dilewati oleh tol,” ujarnya.

Setelah sosialiasasi, lanjut dia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan trase dan penlok. Berikutnyaa, baru Dadan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan pembebasan lahan.

Mahyeldi menegaskan untuk pembangunan tol tersebut, tidak ada masyarakat yang tidak setuju. Sebab, kata dia, bagi warga yang lahannya masuk jalur pembangunan jalan tol, diberikan ganti untung.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan anggota komite yang datang memang menyorot soal pembebasan lahan tol Padang-Pekanbaru yang masih terkendala. Sebab, persoalan tanah adalah persoalan vital dalam pembangunan karena itu harus segera diselesaikan.

Selain itu, kata LaNyalla, konstruksi tol juga harus diperhatikan agar tidak cepat rusak. Konstruksi benar-benar harus memlihat kondisi tanah terutama yang labil seperti rawa.

Baca juga: Duduk Perkara dan Konstruksi Kasus Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Jalan Tol Padang-Sicincin

Kemudian, ia juga mengingatkan soal manfaat jalan tol yang harus bisa dirasakan oleh masyarakat dan usaha yang sebelumnya sudah ada. “Jangan sampai mematikan UMKM sepanjang ruas jalan.” [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist