Gempa Sukabumi Robohkan Rumah Hingga Akibatkan Korban Luka

Penulis: Rio Irawan

Sukabumi, Padangkita.com Gempa bumi bermagnitudo 5,0 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa (10/3/2020) pukul 17.18 WIB.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer, tertetak di koordinat 6.89 LS dan 106.62 BT.

Tepatnya berlokasi pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana mengatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Tambah Lagi, Total 27 Pasien Positif Corona di Indonesia

“Gempa tidak berpotensi tsunami,” kata Taufan dikutip Kompas.com.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB.

Taufan menjelaskan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault).

Dilansir dari Suara.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan gempa telah menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal, 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak,

Serta 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

Hingga malam ini BPBD Kabupaten Sukabumi juga telah melaporkan 3 warga mengalami luka ringan pasca gempa Sukabumi. Jumlah korban luka ini kemungkinan akan bertambah.

Gempa yang mengguncang sekitar 20 detik itu juga dirasakan di daerah lain seperti Bogor, Banten, hingga Jakarta.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo menjelaskan bahwa gempa terasa di Kota Bogor sekitar 4-6 detik, kemudian terasa sedang hingga kuat di Kota Sukabumi sekitar 4-5 detik

Gempa juga terasa meskipun lemah di Kabupaten Lebak, Banten serta terasa lemah di Jakarta sekitar 5-8 detik dan terasa sedang di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Tak hanya di Sukabumi, rumah rusak akibat gempa pun terjadi di Bogor. BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan 1 unit rumah di Desa Gunung Bunder, 1 unit rumah di Desa Cibunian.

Serta 6 unit rumah di Desa Purwabakti, 1 unit rumah di Desa Cibitung Kulon dan 1 unit rumah di Desa Pasarean dalam kondisi rusak akibat gempa.

Seorang anak kecil pun dikabarkan tertimpah reruntuhan rumah akibat gempa tersebut. Dikutip dari sukabumiupdate, Camat Kabandungan, Sukabumi, Nanang Sukandi pun membenarkan hal tersebut dan mengatakan bahwa anak tersebut telah ditangani pihak puskesmas.

“Kejadiannya di rumah Pak Sukandi. Anaknya kena benturan tembok dan sudah ditangani di Puskesmas Kabandungan,” ujar Nanang.

Gempa di Sukabumi ini menambah daftar panjang gempa yang terjadi di Indonesia tahun 2020.

Di sepanjang bulan Februari 2020 saja, BMKG telah mencatat sebanyak 779 aktivitas Gempa Tektonik yang menguncang Indonesia. Jumlah ini meningkat dari catatan gempa tektonik bulan Januari 2020 yang tercatat sebanyak 518 kali.

Dilansir dari tribunnews, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono menjelaskan bahwa aktivitas gempa yang terjadi didominasi oleh aktivitas gempa magnitudo kecil (M<5,0).

“Magnitudo kecil terjadi sebanyak 752 kali. Jumlah ini juga meningkat dari bulan sebelumnya yang terjadi sebanyak 500 kali,” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Daryono, belum ada teknologi yang mampu membuat prediksi dengan tepat dan akurat tentang gempa.

Kajian ilmiah hanya mampu menentukan adanya potensi magnitudo.

“Untuk itu, di tengah ketidakpastian kapan akan terjadi gempa, maka yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah kongkrit,” ujar Daryono. (*/try).


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler