Fakta Seputar Jembatan Batam- Bintan, Jembatan Terpanjang RI yang Bakal Geser Suramadu 

Penulis: Isran Bastian

Padang, Padangkita.com – Kementerian PUPR bersiap melakukan pembangunan Jembatan Batam-Bintan sepanjang 14,7 km. Jembatan bertipe cable-stayed ini akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia yang membelah laut, lebih panjang dari Jembatan Suramadu (5,4 km).

Berikut fakta menarik seputar Jembatan Batam-Bintan yang dirangkum Padangkita.com:

1. Jembatan Bertipe Cable-stayed Terpanjang RI

Jembatan Bintan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang bakal menyambung ke Pulau Batam, disebut bakal memegang rekor baru di Indonesia. Rekor tersebut adalah sebagai jembatan bertipe cable-stayed terpanjang di Indonesia.

Jembatan Batam-Bintan merupakan proyek jembatan bentang panjang dengan teknologi cable stayed dan nantinya akan menjadi jalan tol. Total panjang jembatan dan tol yakni 14,74 km.

2. Bakal Digarap Investor Korea Selatan

Diketahui, Korea Selatan menyampaikan minat turut serta dalam pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini melalui Korean Exim Bank (KEXIM), yang telah mengirimkan surat kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada 22 September 2021, untuk mendanai komponen cable stayed dengan skema KPBU.

Hal ini disampaikan Pemerintah Korea Selatan, yang diwakili oleh Wakil Menteri Minister for Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Yun Seong-won saat bertemu Kementerian PUPR akhir Maret 2022 lalu. Pemerintah Korea Selatan berharap dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini melalui skema KPBU.

“Setelah kami pelajari, KPBU dengan model MRG kurang lebih sama seperti skema yang kami tawarkan yakni Availability Payment,” tambah Wamen Yun Seong-won.

3. Kembangkan Batam dan Bintan

Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mengembangkan Batam dan Bintan menjadi kawasan yang lebih potensial, tidak hanya untuk ekonomi dan industri, tetapi juga pariwisata.

Proyek Jembatan Batam-Bintan di Kepulauan Riau akan menjadi tonggak penting untuk mendukung tujuan tersebut. Proyek ini tak hanya untuk menghubungkan dua pulau tapi ternyata mendukung banyak manfaat lainnya.

“Saat ini Jembatan Batam-Bintan sedang dalam tahap studi kelayakan, pembebasan lahan, izin lingkungan, penyiapan dokumen lelang, dan penyampaian readiness criteria,” jelas Kementerian PUPR dalam akun Instagram resminya, dikutip JUmat (8/4/2022).

Pada penjelasan PUPR, kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mengembangkan Batam dan Bintan menjadi kawasan yang lebih potensial, tidak hanya untuk ekonomi dan industri, tetapi juga pariwisata.

4. Direncanakan Sejak 2019 oleh Jokowi

Dikutip dari laman Pemprov Kepri, rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan sudah diutarakan Presiden Jokowi April 2019 lalu.

Lokasi kaki jembatan sudah ditetapkan antara lain, tapak pertama di Kawasan Kabil, lokasinya masuk sebelum TPA Punggur ke arah sejumlah kawasan industri. Selain itu di Tanjungsauh inilah landing point atau tapak kedua penghubung jembatan akan dipancang.

Selain itu ada Di Pulau Buau, akan ada pancang-pancang untuk menyelaraskan elevasi menjelang jembatan sampai di Bintan. Rute dari Batam menuju Tanjungsauh panjangnya sekitar 2,17 km.

Sedangkan bagian kedua, jembatan akan menghubungkan Pulau Tanjungsauh menuju Pulau Buau dengan taksiran panjang mencapai 3,9 km. Sementara itu, untuk menghubungkan Pulau Buau menuju Kabupaten Bintan akan dibangun pula jembatan bagian tiga dengan panjang mencapai 0,9 km.

5. Didanai Rp8,62 Triliun

Proyek Jembatan Batam-Bintan diperkirakan akan membentang 14,75 Km dengan anggaran Rp 8,62 triliun. Pembangunan Jembatan Batam Bintan masuk dalam Major Project RPJMN 2020-2024.

Mengenai RT/RW, baik di Provinsi maupun Kabupaten Bintan dan Kota Batam sudah diselaraskan untuk mendukung pembangunan Jembatan Batam Bintan. Integrasi pengembangan wilayah Batam sampai Bintan memang dipertegas pemerintah pusat.

Baca Juga: Calon Jembatan Terpanjang RI Segera Dibangun, Pembebasan Lahan Sudah 90 Persen dan Tuntas April Ini   

Proyek ini awalnya akan dibangun awal 2021 tapi mundur karena pandemi. Namun lokasinya sudah ditetapkan setidaknya sejak akhir 2019. Gubernur Kepulauan Riau H Isdianto pernah melakukan peninjauan tapak-tapak pembangunan jembatan dua tahun lalu. [isr]

Terpopuler

Add New Playlist