Dosen Unand Gagas Padang Virtual Community Education

Penulis: Sonia
|
Editor: Redaksi

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Dosen Unand menginisiasi lahirnya komunitas Padang Virtual Community Education

Padang, Padangkita.com– Dosen Universitas Andalas (Unand) menginisiasi lahirnya komunitas Padang Virtual Community Education. Komunitas ini lahir dari proses pembelajaran yang berubah dari tatap muka menjadi tatap maya yang mengandalkan teknologi digital.

Pembentukan komunitas ini tidak terlepas dari dukungan Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu (LPPM) Universitas Andalas. Oleh karena itu, berharap komunitas ini akan menjadi komunitas yang mampu membuat produk pembelajaran yang mudah diakses oleh guru dan siswa.

Padang Virtual Community Education dirancang untuk menjadi komunitas yang akan meningkatkan penggunaan teknologi di bidang pendidikan.

“Kita akan merancang produk yang dapat memperbaiki sarana dan prasarana penunjang pendidikan virtual. Produk pendidikan virtual yang dihasilkan tentu merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis dan dapat digunakan secara kontinu oleh guru dan siswa,” ujar Boby Febri Krisdianto, Ketua Komunitas melalui keterangan tertulis yang diterima Padangkita.com pada (15/02/21).

Melalui Padang Virtual Community Education, Boby Febri Krisdianto mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjembatani sejumlah stakeholder, seperti peneliti, pihak lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA, dan universitas), software designers, dan pemerintah. Hal ini tak lepas dari kondisi pandemi yang membuat proses belajar dilakukan dengan jarak jauh dengan menggunakan Technology-Enhanced Learning (TEL).

“Saat ini masyarakat dapat mengakses bentuk TEL berupa Moodle, Google Classroom, dan LMS (eLok). Selain itu, ada juga TEL dalam bentuk kelompok kerja. Pengguna dapat berbagi ide presentasi, seperti Moodle, LMS, Video Conferencing (Zoom, Webex, Google Meet, Google Hangout, Microsoft Team), dan Whatsapp Group. Namun, guru dan siswa belum secara maksimal memanfaatkan media tersebut,” jelasnya.

Menurut Boby Febri Krisdianto, Technology-Enhanced Learning (TEL) ini bermanfaat dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Di antara manfaat yang dirasakan ialah adanya efisiensi pembelajaran, seperti hemat biaya, efektif waktu, berkelanjutan, dan terukur. Selain itu, guru dan siswa dapat merasakan peningkatan proses dan hasil pembelajaran secara langsung melalui evaluasi pembelajaran secara digital.

“Hal ini tentu dapat membantu guru dan siswa menjadi masyarakat akademis yang tangguh dan kreatif di tengah pandemi,” ungkapnya.

“Guru dan siswa dapat menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan kreativitas intelektual. Jika dulu guru mengajak siswa ke luar kelas atau ke lapangan untuk melihat proses fotosintesis misalnya, sekarang guru bisa menghadirkan proses fotosintesis tersebut dalam video singkat dan simulasi pendek dalam bentuk video.

Hal ini dapat membantu siswa menyaksikan secara langsung proses alam yang terjadi hanya melalui video simulasi yang disuguhkan. Melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima teori dan membayangkan proses yang terjadi, tetapi dapat menyaksikan langsung meskipun dalam video simulasi. Hasil pembelajaran yang diterima oleh siswa tentu akan berbeda. Siswa akan semakin kritis dalam memahami materi dan juga memiliki kreativitas yang tinggi dalam menyesuaikan diri dengan dunia pendidikan saat ini,” ujar Boby.

Dengan rancangan tersebut, dinyatakan bahwa Kota Padang bisa menjadi contoh bagi kota lainnya untuk bangkit dari keterpurukan pendidikan pada saat pandemi Covid-19 ini. Salah satunya dengan menjadikan media digital sebagai alat untuk mengekspresikan dan memproduksikan intelektual.

Kepada Padangkita, Boby Febri Krisdianto  menyatakan bahwa salah satu aplikasi yang akan digunakan untuk memudahkan proses pembelajaran ialah Virtual Reality. “Kita akan memanfaatkan apikasi virtual reality untuk memproduksi video simulasi. Bahkan, setiap simulasi yang diproduksi dapat dipatenkan dan digunakan secara luas oleh lembaga pendidikan lain. Hal ini dapat menjadi bentuk pelayanan publik dari bidang pendidikan,” jelas Boby menargetkan dalam tiga tahun menjadikan Kota Padang sebagai Smart City.

Baca juga: Mahasiswa Unand Bangun Musala Tertinggi di Sumbar, Dikelilingi Hamparan Bunga Edelweiss                                                                                                                                                                                   Komunitas ini terbentuk setelah dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat oleh lima orang dosen Unand yang terdiri atas Boby Febri Krisdianto, Arif Rohman Mansur, Ria Febrina, Meza Silvana, dan Ika Sri Wahyuni di SD Negeri 03 Kampung Olo pada tahun 2020 lalu. [pkt]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist