Dosen Sasindo Unand Gelar Pelatihan Menulis Cerita Anak

Penulis:

Padang, Padangkita.com – Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand) kembali memberikan materi pelatihan menulis cerita anak kepada guru SD Negeri 10 Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Jumat (15/10/2019).

Baca juga: Dosen Sasindo Unand Bekali Pelatihan Menulis Bagi Guru SD

Kali ini materi pelatihan diberikan oleh Ronidin dan Elly Delfia tentang cerita anak.

Ronidin yang dikenal sebagai penulis novel Bagolak dan spesialis penulis cerita anak memberikan materi bagaimana mengemas ide-ide biasa menjadi luar biasa.

“Penulis harus berpikir terbalik dari cara berpikir orang kebanyakan agar bisa menulis cerita anak yang kreatif dan menarik.,” katanya, Minggu (17/11).

Sementara itu, pemateri lainnya Elly Delfia memberikan materi seputar aktivitas keseharian yang dapat dijadikan inspirasi untuk menulis cerita anak.

Menurutnya, menulis cerita anak tidak sesederhana dunia anak-anak, tapi cerita anak harus dikemas dengan nilai-nilai moral yang dapat dijadikan pembelajaran hidup bagi anak.

“Setiap pembacaan cerita anak membutuhkan pendampingan dan penjelasan yang cerdas dari orang tua atau guru agar anak-anak tidak salah menarik kesimpulan dari setiap cerita anak yang mereka baca,” ungkapnya.

Beberapa orang guru menanggapi pelatihan penulisan cerita anak dengan pertanyaan cara menulis cerita anak yang sarat nilai-nilai moral agar nilai-nilai moral tersebut dapat mengubah sikap dan perilaku anak didik ke arah yang lebih baik.

Baca juga: Tahukan Anda, Perguruan Tinggi Islam Pertama di Indonesia Berada di Ranah Minang

Menurut guru-guru, perilaku anak didik sekarang cukup memperihatinkan. Guru-buru berharap cerita anak dapat memberikan pencerahan terhadap perilaku anak didik yang sudah terpengaruh oleh gawai dan tontonan yang tidak mendidik dari televisi dan internet.

Aslinda, selaku Ketua Jurusan Sastra Indonesia sangat mendukung harapan para guru dan mengatakan bahwa kegiatan menulis kreatif penting untuk meningkatkan kreativitas para guru dan murid, terutama dalam hal kemampuan menulis cerita anak.

Program ini merupakan bentuk kontribusi Unand terhadap pembangunan keterampilan (soft skill) masyarakat di sekitar kampus Unand.