Demi Tunaikan Utang Memajukan Provinsi, Nasrul Abit Ikut Bertarung Lagi di Pilgub Sumbar

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Nasrul Abit merupakan salah satu calon kepala daerah yang semasa menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) kerap menyambangi daerah-daerah terpencil. Dengan tekad ingin Sumbar lebih maju, makanya ia kembali ikut bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar tahun 2020.

Menurut Nasrul, saat ini untuk wilayah Sumbar masih ada daerah yang masuk 3T atau daerah tertinggal. “Karena ingin menunaikan ‘utang’ itu saya ikut bertarung untuk jadi Gubernur Sumbar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Diketahui, selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit ikut memperjuangkan keberhasilan dua daerah di Sumbar keluar dari status terpencil atau 3T.

Saat ini, hanya tinggal satu daerah lagi yang masih berstatus daerah tertinggal atau 3T, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan itulah cita-cita dan harapan terbesar Nasrul Abit ingin menjadi Gubernur Sumbar.

“Saat ini masih ada satu daerah lagi yang belum keluar dari status 3T atau daerah tertinggal, karena itulah saya ingin melanjutkan Pekerjaan Rumah (PR) tersebut,” ungkapnya.

Diceritakannya, ketika awal menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumbar 2016 lalu, Gubernur Irwan Prayitno meminta agar mendampingi daerah 3T dan mengupayakan status itu bisa ditanggalkan.

“Alhamdulillah, Pasaman Barat dan Solok Selatan sudah selesai (keluar dari daerah 3T). Sekrang tinggal Mentawai, itu yang akan kita tuntaskan,” tegasnya.

Selain itu, kata Nasrul, di tingkat nagari, juga masih ada ratusan nagari yang masih tertinggal. Setidaknya, saat ini ada 120 nagari di Sumbar yang mendesak untuk dikeluarkan dari status tertinggal.

Dicontohkannya, bahwa salah satu daerah yang perlu mendapatkan perhatian secepatnya ialah Nagari Muara Sungai Lolo di Kabupaten Pasaman. Di daerah itu, ekonomi masyarakat sangat rendah, satu-satunya mata pencarian adalah berkebun dan menyadap karet.

“Di Sungai Lolo itu bahkan ada keluarga yang penghasilannya Rp500 ribu sebulan dengan tujuh anggota keluarga,” ucapnya.

Untuk mengeluarkan kabupaten dan nagari-nagari dari status tertinggal, jelas Nasrul, maka dibutuhkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas yang dapat mendukung perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut, di Pasaman Barat, saat ini juga tengah digarap Pelabuhan Teluk Tapang. Jika sudah selesai dibangun, pelabuhan itu bisa menjadi penyangga Pelabuhan Teluk Bayur yang selama ini diandalkan untuk membawa hasil perkebunan warga.

“Nanti untuk ekspor dan pengiriman hasil kebun bisa dari Teluk Tapang, itu lebih dekat dan efisien,” jelasnya.

Tidak hanya itu, hal lain yang perlu diupayakan di Sumbar, yaitu pemerataan akses internet.

Hingga saat ini, setidaknya terdapat 404 titik yang tidak ada akses internet di Sumbar. Jika masih banyak titik tanpa akses internet itu, maka akan mengakibatkan mahasiswa dan siswa yang kini belajar daring kesulitan mengikuti proses belajar-mengajar.

Baca juga: Ini Strategi NA-IC Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

“Tahun ini dibangun 38 tower dan sisanya akan segera diupayakan,” katanya. [Inf]

Terpopuler

Add New Playlist