Data Satgas Covid-19 Nasional, 7 Daerah di Sumbar Masuk Zona Merah

Penulis: Redaksi
|
Editor: Zulfikar

Berita Jakarta terbaru dan berita Sumbar terbaru: Sebanyak tujuh kabupaten dan kota di Sumbar masuk dalam zona merah atau daerah dengan penyebaran Covid-19 tinggi, yaitu Kota Padang, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Jakarta, Padangkita.com – Data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Nasional, sebanyak tujuh kabupaten dan kota di Sumatra Barat (Sumbar) masuk zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Data itu merupakan data yang diperbarui sejak tanggal 11 Oktober 2020 dan ditayangkan di situs covid19.go.id hari ini, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga

Tujuh daerah yang masuk zona merah tersebut, yaitu Kota Padang, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu, untuk 12 kabupaten dan kota lainnya di Sumbar masuk dalam kategori zona oranye atau daerah dengan risiko penyebaran Covid-19 sedang, dan tidak ada kabupaten dan kota di Sumbar yang masuk dalam zona kuning.

Dalam situs tersebut dijelaskan, bahwa penetapan zona berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Di antara indikator tersebut, yaitu Indikator Epidemiologi yang terbagi dalam 10 poin, yaitu:

  • Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  • Penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  • Penurunan jumlah meninggal kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  • Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  • Penurunan jumlah kasus positif & probable yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  • Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  • Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif & probable
  • Laju insidensi kasus positif per 100,000 penduduk
  • Mortality Rate kasus positif per 100,000 penduduk
  • Kecepatan Laju Insidensi per 100,000 penduduk

“Untuk nomor 1, 3 dan 7 merupakan data probable yang didapat dari data PHEOC. Sedangkan untuk enam point lagi merupakan data dari rumah sakit online,” tertulis dalam situs itu yang dikutip Padangkita.com, Rabu (14/10/2020).

Kemudian, untuk indikator selanjutnya yaitu Indikator Surveilans Kesehatan Masyarakat. Indikator tersebut terdapat dua poin, yaitu:

  • Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir
  • Positivity Rate (PR) rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa)

Lebih lanjut, penetapan zona juga berdasarkan Indikator Pelayanan Kesehatan, juga terdapat dua poin, yaitu:

  • Jumlah tempat tidur di ruang isolasi Rumah Sakit Rujukan mampu menampung sampai dengan >20% jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di daerah tersebut.
  • Jumlah tempat tidur di Rumah Sakit Rujukan mampu menampung sampai dengan >20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit didaerah itu.

Lalu juga dijelaskan, bahwa sumber data yang digunakan berdasarkan data kasus positif dan pemeriksaan laboratorium yang didasari pada data surveilans Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Positif Covid-19 di Sumbar Meledak Lagi 338 Orang, Tersebar di 11 Daerah, Padang Terbanyak 227 Orang

Lalu, juga berdasarkan data pasien Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan kapasitas pelayanan rumah sakit. “Data didapatkan berdasarkan data rumah sakit online di bawah koordinasi Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan,” tertulis di situs covid19.go.id. [zfk]


Baca berita Jakarta terbaru dan Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist