Daftar Kue Tradisional yang Wajib Dibawa Saat Keluarga Anak Daro Menjemput Marapulai di Limapuluh Kota

Penulis: Sonia

Berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar hari ini: Kue tradisional atau dalam bahasa Minang disebut dengan kulek-kulek hadir sebagai pendamping lauk pauk.

Sarilamak, Padangkita.com – Kue tradisional atau dalam bahasa Minang disebut dengan kulek-kulek hadir sebagai pendamping lauk pauk. Ragam kue tradisional biasanya dapat dijumpai pada waktu atau upacara adat tertentu. Salah satunya sebagai hantaran dalam prosesi lamaran.

Berikut ini Padangkita.com merangkum kue tradisional yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota berdasarkan penelitian Silvia Devi tentang Warisan Budaya Tak Benda yang ada di Limapuluh Kota.

Kue tradisional berikut ini merupakan kue tradisional yang wajib dibawa sebagai hantaran oleh pihak perempuan atau anak daro ke rumah pihak laki-laki. Hantaran dibawa saat berlangsungnya tradisi manjapuik marapulai serta tradisi manjalang kadudukan.

Jika salah satu kue ini tidak ada, maka hantaran tersebut dapat ditolak oleh marapulai dan niniak mamak karena dianggap tidak cukup atau “tak cukuik adaik”. Kue-kue ini tidak dapat digantikan dengan kue lain bahkan uang sekalipun.

Lamang Biduak

Berbeda dengan lamang pada umumnya yang dimasak dengan cara mencampurkan beras ketan dengan santan, lalu dimasak dalam wadah bambu kemudian dibakar. Nah lamang biduak dimasak tanpa menggunakan bambu dan tidak dibakar.

Cara memasaknya, santan direbus terlebih dahulu hingga mendidih, kemudian ditambahkan beras ketan. Setelah setengah matang, adonan tadi dibungkus menggunakan daun pisang. Setelah itu dikukus hingga matang.

Sagun Baka

Sagun baka terbuat dari kelapa parut, gula anau, dan tepung beras. Cara membuatnya yaitu kelapa parut direndang atau sangrai dan dicampurkan dengan tepung beras. Di wadah lain, cairkan gula anau dengan air. Kemudian adonan tepung dan gula dicampurkan dan dibiarkan dingin. Setelah adonan dingin, dibentuk dengan cetakan.

Lapek Bareh Randang

Meski dinamakan lapek bareh randang, kue ini tidak dibungkus daun pisang sebagaimana lazimnya lapek yang dikenal di Minangkabau. Bareh randang terbuat tepung beras ketan dan gula. Cara membuat bareh randang yaitu air dan gula direbus hingga mendidih kemudian campurkan dengan tepung. Adonan diaduk hingga kalis. Setelah mengeras kemudian dipotong dan disajikan.

Lapek Puluik Katan

Lapek puluik katan disebut juga dengan ajik. Kue ini terbuat dari beras ketan, gula anau, dan santan. Cara membuatnya yaitu beras ketan dimasak hingga matang. Di wadah terpisah masak santan dengan gula hingga mendidih. Setelah mendidih campurkan kedua adonan, aduk sampai rata hingga mengeluarkan minyak. Adonan didinginkan di sebuah loyang datar, kemudian dipotong-potong seperti pola wajik.

Lapek Abuih Batungkuih

Lapek abuih batungkuih terbuat dari beras ketan, kepala parut, air, dan gula aren. Cara membuat lapek abuih batungkuih yaitu rebus beras ketan dengan air hingga masak. Setelah itu tambahkan gula dan kelapa parut. Adonan diaduk hingga rata. Setelah itu adonan dibagi dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang. [pkt]


Baca berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler