Mengajak 3 orang lainnya yaitu Arvina, Dila dan Ferro, rekan Fina yang juga memiliki garis keturunan Minang, mereka membuka Totally Rendang pada 2018.
Rendang Sempat Disangka dari Malaysia
Tahun pertama Totally Rendang berjalan, Fina mengatakan tantangan mereka yang paling mendasar adalah mengenalkan apa itu nasi padang dan rendang. Terlebih warga di sana seringkali mengira jika rendang berasal dari Malaysia.
“Mereka mengetahui jika rendang berasal dari Malaysia. Jadi tahun pertama kita diisi dengan edukasi pasar jika rendang berasal dari Indonesia, khususnya Sumatra Barat,” katanya.
Selain rendang dikenal dari Malaysia, warga di Australia lebih akrab dengan nasi lemak serta tidak memiliki pengetahuan tentang nasi padang.
“Mereka tahu apa itu nasi lemak dan komponennya seperti teri, telur, timun dan lainnya. Tapi mereka tidak terbayang apa itu nasi padang. Ketika disuguhi nasi padang mereka selalu bertanya apa-apa saja yang kita hidangkan,” jelasnya.Fina dan kawan-kawan menamakan rumah makan mereka dengan Totally Rendang, karena ingin mengenalkan jenis-jenis rendang. Mereka dulunya memasak beragam jenis rendang. Namun, akhirnya hanya memasak rendang daging sebagai menu utama karena lebih diminati
“Awalnya ingin memasak jenis-jenis rendang seperti rendang ayam, jamur, dan lainnya. Namun kurang berjalan, karena rendang daging sapi lebih jadi favorit,” ujarnya.
Selain rendang daging, restoran ini juga menghadirkan masakan Minang lainnya seperti gulai tunjang, gulai tahu telur, dendeng, ayam goreng, dan lainnya.
“Kami memasak rendang daging setiap hari, dengan waktu memasak 24 jam. Selain rendang, juga memasak 12 lauk lainnya. Khusus untuk jenis rendang lainnya dimasak dengan sistem pre-order,” jelasnya.
Memasuki tahun ketiga, perlahan warga Colin Street, West Perth telah mengenal rendang. Pertanyaan seputar apa itu rendang dan dari mana asalnya sudah jarang didengar oleh Fina.
“Sekarang sudah jarang ada yang bertanya apa itu rendang. Dari mana rendang berasal. Mereka telah mengetahui jika rendang berasal dari Sumbar,” tuturnya.
Tantangan memasak rendang yang dialami oleh pengusaha rendang di perantauan yang jauh dari Indonesia yaitu, harus mengimpor bumbu. Fina menuturkan beberapa kali pernah mengimpor banyak bumbu dari Indonesia. Namun, karena tidak mungkin terus mengimpor, ia pun memakai bumbu-bumbu yang tersedia di Australia.
“Kita sadar tidak mungkin selamanya bergantung bumbu dari Indonesia, jadi disesuaikan dengan bumbu lokal yang ada di sini,” ucapnya.
Beberapa bahan diakali dengan menggunakan bahan kemasan, seperti santan kemasan dan kunyit bubuk. Untuk bumbu yang disesuaikan yaitu, menggunakan cabai merah biasa, berbeda dengan rendang di Sumbar yang menggunakan cabai merah keriting.
Baca juga: Tak Hanya Rendang Daging, 7 Jenis Rendang Lain Khas Sumatra Barat Ini Layak Dicoba
“Bumbu yang disesuaikan yaitu pakai santan bukan santan segar, asam kandis, cabe, karena di sini tidak ada cabe keriting dan pakai kunyit bubuk. Lainnya ada di sini termasuk juga daun kunyit,” jelasnya. [pkt]