Cara Komunitas Suluah Jaga Manuskrip Warisan Ulama Minangkabau Masa Silam

Cara Komunitas Suluah Jaga Manuskrip Warisan Ulama Minangkabau Masa Silam

Pegiat Komunitas Suluah mengadakan Pameran dan Pelatihan Preservasi Khazanah Manuskrip Minangkabau di Perpustakaan Universitas Andalas (Unand). [Foto: Denas]

Padang, Padangkita.com - Komunitas Suaka Luhung Naskah (Suluah) Padang mengadakan Pameran dan Pelatihan Preservasi Khazanah Manuskrip Minangkabau di Perpustakaan Universitas Andalas (Unand), Kampus Limau Manis, Padang, Selasa (26/10/2021).

Kegiatan ini berangkat dari keprihatian terhadap kerusakan dan kepunahan manuskrip di Sumatra Barat (Sumbar),

Ketua Komunitas Suluah Chairullah mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka penyelamatan khazanah manuskrip di Sumbar sebagai warisan intelektual para ulama masa silam.

"Ada ribuan manuskrip yang tersebar di Sumbar, tapi banyak di antaranya mengalami kerusakan dan menuju proses kerusakan akibat perhatian dan perawatan yang kurang baik. Oleh sebab itu, kami mengadakan kegiatan ini," kata Chairullah kepada Padangkita.com.

Menurut Chairullah, manuskrip merupakan warisan penting yang harus dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan dan dilestarikan.

"Hal itu dibuktikan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan manuskrip pada urutan kedua dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang ditetapkan," ujarnya.

Terkait kerusakan pada manuskrip, Chairullah menyebut hal itu terjadi oleh banyak faktor, yakni pengaruh usia, iklim dan cuaca, tempat penyimpanan yang kurang tepat, hingga bencana alam (gempa dan kebakaran).

"Selain itu, hal yang paling mengkhawatirkan adalah anggapan dari pewaris bahwa manuskrip merupakan benda pusaka sehingga sulit untuk disentuh bahkan dilihat, padahal manuskrip tersebut harusnya merupakan benda pustaka untuk dapat dibaca dan menjadi pengetahuan yang bermanfaat oleh generasi selanjutnya," jelas Chairullah.

Oleh sebab itu, pihaknya mengadakan pameran dan pelatihan preservasi manuskrip dengan dukungan Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2021.

Pameran dan Pelatihan Preservasi Khazanah Manuskrip Minangkabau berlangsung selama enam hari, dimulai pada hari Selasa (25/Oktober/2021) hingga Sabtu (30/10/2021).

Pembukaan acara dihadiri oleh Sekretaris Direktur Jenderal Kemendikbudristek yang diwakili oleh Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar, Undri.

Dalam sambutannya, Undri mengapresiasi kegaiatan pameran manuskrip dalam rangka menjaga warisan ulama Minangkabau masa silam.

"Adanya pameran khazanah manuskrip Minangkabau ini dapat memberi informasi persebaran, kondisi, dan kekhasan manuskrip Minangkabau," ujarnya.

Ia berharap pelatihan preservasi manuskrip dapat memunculkan kesadaran tentang pelestarian manuskrip di tengah masyarakat.

Baca juga: Pemerhati Sejarah Kota Padang Sambut Baik Rencana Hendri Septa Soal Kampung Tematik

"Melalui pelatihan preservasi manuskrip diharapkan akan banyak sumber daya yang dapat melakukan perawatan dan penyelamatan khazanah manuskrip Minangkabau," pungkasnya. [den/pkt]

Baca Juga

Sejarah Balai Kota Padang dari Masa ke Masa, dari Kawasan Muaro ke Aie Pacah
Sejarah Balai Kota Padang dari Masa ke Masa, dari Kawasan Muaro ke Aie Pacah
Hari Ini 1926, Padang Panjang Luluh Lantak Dihoyak Gempa dan Danau Singkarak Tsunami
Hari Ini 1926, Padang Panjang Luluh Lantak Dihoyak Gempa dan Danau Singkarak Tsunami
Mengenal Sosok Friedrich Silaban Perancang Masjid Istiqlal Jakarta
Mengenal Sosok Friedrich Silaban Perancang Masjid Istiqlal Jakarta
Kenduri Sko, Cara Masyarakat Kerinci Awetkan Naskah Melayu Tertua Berusia Hampir 600 Tahun
Kenduri Sko, Cara Masyarakat Kerinci Awetkan Naskah Melayu Tertua Berusia Hampir 600 Tahun
Menguak Literatur Kerajaan Jambu Lipo: Berdiri Sejak Abad ke-10 Tetap Eksis hingga Sekarang
Menguak Literatur Kerajaan Jambu Lipo: Berdiri Sejak Abad ke-10 Tetap Eksis hingga Sekarang
Lubuk Basung, Padangkita.com - Museum Buya Hamka di Kabupaten Agam meraih peringkat kedua API Award 2021 untuk kategori situs sejarah.
Museum Buya Hamka Raih Peringkat Kedua API Award 2021