Calon Jembatan Terpanjang di Indonesia Hubungkan Pulau Ini dengan Sumatra Capai 7.600 Meter

Calon Jembatan Terpanjang di Indonesia Hubungkan Pulau Ini dengan Sumatra Capai 7.600 Meter

Foto ilustrasi jembatan terpanjang di Indonesia yang akan dibangun menghubungkan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatra. [Foto: Dok. Ist.]

Padang, Padangkita.comSatu lagi kandidat jembatan terpanjang di Indonesia akan dibangun sebagai penghubung ke Pulau Sumatra. Jika jembatan terpanjang di Indonesia saat ini masih menjadi milik Jembatan Suramadu 5.438 m, maka jembatan ini akan mencapai panjang 7.600 m.

Kandidat jembatan terpanjang di Indonesia ini adalah jembatan penghubung Pulau Bengkalis dengan Pulau Sumatra (Sungai Pakning), di Provinsi Riau.

Adapun progress perencanaannya, tim studi kelayakan telah melakukan presentasi akhir di hadapan Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso. Mengutip situs resmi Diskominfotik Pemkab Bengkalis, tim studi kelayakan menyampaikan dua alternatif trase jembatan.

Alternatif pertama, jembatan akan dibangun berdasarkan plot rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Bengkalis 2022-2024. Di mana masing-masing ujung jembatan akan berada di wilayah Sumatra lokasinya sekitar kawasan industri Buruk Bakul, kemudian ujung satu lagi berada di sekitar Pangkalan Batang Pulau Bengkalis

Dalam perencanaan ini, panjang jembatan akan mencapai 7.600 meter, dan panjang jalan pendekat 1.300 meter. Total panjang trase akan mencapai 8.900 meter.

Selanjutnya, tim studi juga mengungkap alternatif kedua. Lokasinya tidak jauh dari dermaga RoRo saat ini. Dalam rancangan ini, panjang jembatan 7.080 meter, dan panjang jalan pendekat 1.870 meter. Sehingga total panjang trase akan mencapai 8.950 meter.

Tim studi juga memaparkan desain jembatan, yakni bentang utama (main span) berupa cable stayed dengan total panjang 900 meter, bentang tengah 500 meter dan bentang tepi 2x200 meter.

Kemudian, jembatan pendekat (approach bridge), berupa box grider panjang 500 per sisi (2x500) terdiri dari 6 bentang per sisi dengan panjang satu bentang 82 meter. Causeway, berupa balok pre-stress dengan panjang satu bentang 50 meter. Jumlah bentang disesuaikan dengan total panjang jembatan.

Nantinya, jembatan akan memiliki lebar 30 meter terdiri dari 6 lajur mobil dengan lebar 1 lajur 3,5 meter dan 2 lajur untuk sepeda motor dengan lebar lajur 3 meter. Tinggi ruang bebas 60 meter dari permukaan pasang tertinggi dengan lebar 400 meter.

Lebih jauh, tim studi juga menyampaikan analisis biaya investasi pembangunan Jembatan Bengkalis – Sumatra. Estimasi biaya kontruksi mencapai Rp7,697 triliun. Perkiraan biaya pemeliharaan konstruksi Rp80,875 miliar dan estimasi biaya pengadaan lahan sekitar Rp18,182 miliar.

Menurut tim studi, analisis kelayakan pembangunan jembatan berdasarkan nilai manfaat menunjukan indikasi layak. Bahkan, jika terjadi penurunan volume lalu lintas sampai 49 persenpun masih dinilai layak.

Nah, jika pembangunan jembatan menggunakan metode berbayar menggunakan tarif flat selama konsesi 50 tahun, masih layak jika tarif jembatan 1,30 kali lebih besar dari tarif penyebrangan menggunakan kapal RoRo.

Lalu, tarif progresif selama masa konsesi 50 tahun juga layak, jika tarif awal sama dengan tarif penyebrangan RoRo dengan kenaikan tarif 10 persen setiap 5 tahun.

Wabup Bengkalis Bagus Santoso menyatakan, sebagai salah satu wilayah terluar NKRI, sudah sepantasnya Pulau Bengkalis ini terhubung melalui jembatan dengan Pulau Sumatra.

Ia mengakui, banyak orang beranggapan pembangungan Jembatan Bengkalis - Sumatera ini hal mustahil, atau hanya mimpi belaka.

Namun, kata dia, melalui penandatanganan kerja sama antara Pemkab Bengkalis dengan Pemprov Riau, beberapa waktu lalu, menjadi bukti nyata bahwa di bawah ke kepemimpinan Kasmarni dan Bagus Santoso mimpi itu bakal terwujud.

"Ini merupakan langkah awal yang Insya Allah akan mengukir sejarah bagi kita di Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau di mana cita-cita kita dari awal di Kabupaten Bengkalis adalah untuk merangkai pulau," kata Bagus, Kamis pekan lalu.

Selain itu, alasan lainnya karena Pulau Bengkalis memiliki posisi sangat strategis yang berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia.

"Selain membuka peluang investasi dan mampu meningkatkan perekonomian, dibangunnya infrastruktur jembatan sebagai bentuk pertahanan nasional. Peredaran narkoba ataupun perdagangan manusia akan lebih mudah ditekan kalau jembatan itu ada," ungkap dia.

Baca juga: Daftar 10 Jembatan Terpanjang di Indonesia, Jembatan Batam – Bintan Bakal Jadi Nomor 1

Kepada tim studi, Wabup Bengkalis memberikan masukan, agar mempertajam kembali kesimpulan serta mengusulkan penambahan jalur tol dari Kota Dumai sampai ke lokasi jembatan Sungai Pakning. [*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Setelah 4 Bulan Gratis, Kini 2 Ruas Tol Trans Sumatra Ini Ditetapkan Tarif Segini
Setelah 4 Bulan Gratis, Kini 2 Ruas Tol Trans Sumatra Ini Ditetapkan Tarif Segini
Jalan Tol Japek II Selatan Disiapkan Fungsional Dukung Arus Mudik Lebaran 2024
Jalan Tol Japek II Selatan Disiapkan Fungsional Dukung Arus Mudik Lebaran 2024
Andre Rosiade Jelaskan Progres Proyek Flyover Sitinjau Lauik Senilai Rp4,8 Triliun
Andre Rosiade Jelaskan Progres Proyek Flyover Sitinjau Lauik Senilai Rp4,8 Triliun
Flyover Sitinjau Lauik Masuk Proses Pengadaan Lahan, Panjang 12,78 km dan Butuh 18,7 Hektare
Flyover Sitinjau Lauik Masuk Proses Pengadaan Lahan, Panjang 12,78 km dan Butuh 18,7 Hektare
15 Ruas Tol Trans Sumatra Ini telah Beroperasi, segera Menyusul 2 Ruas Tol Padang - Pekanbaru
15 Ruas Tol Trans Sumatra Ini telah Beroperasi, segera Menyusul 2 Ruas Tol Padang - Pekanbaru
Jalan Koto Pulai – Balai Gadang kembali Mulus, Warga Sampaikan Terima Kasih
Jalan Koto Pulai – Balai Gadang kembali Mulus, Warga Sampaikan Terima Kasih