Buntut UGD Tutup Jam 5 Sore, 3 Petinggi Puskesmas Tanjung Bingkuang Dicopot dari Jabatannya

Penulis: Muhammad Aidil
|
Editor: Zulfikar

Berita Kabupaten Solok hari ini dan berita Sumbar hari ini: Epyardi Asda dilaporkan mencopot tiga orang petinggi di Puskesmas Tanjung Bingkung.

Arosuka, Padangkita.com – Bupati Solok, Epyardi Asda dilaporkan mencopot tiga orang petinggi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung pasca insiden layanan Unit Gawat Darurat (UGD) yang tutup pada jam 17.00 WIB beberapa waktu lalu.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Solok, Syofiar Syam.

“Iya benar ada informasi itu, namun laporan resmi kami belum dapat,” ujar Syofiar saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Kamis (17/6/2021).

Pria yang akrab disapa Pak Adek tersebut menjelaskan, pihaknya tak mau berkomentar terlalu jauh terkait dicopotnya tiga orang di Puskesmas Tanjung Bingkung, yakni Kepala Puskesmas (Kapus), Kepala Tata Usaha (Ka TU) dan seorang dokter.

“Karena saat ini kami lebih fokus ke kegiatan pimpinan dan segala hal berkaitan protokoler,” katanya.

Sementara itu, Bupati Solok, Epyardi Asda mengatakan, ketiga petinggi di Puskesmas itu dipindahkan ke daerah pelosok Pantai Cermin, Hiliran Gumanti dan X Koto Singkarak.

“Sebagai efek jera bagi mereka, dikirim ke pelosok, untuk pengganti kita kirim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Solok,” katanya.

Tak hanya sampai di sana, kata Epyardi, bagi petugas kesehatan yang menolak kerja dalam bentuk surat pernyataan diberikan peringatan tegas.

Sebelumnya, Epyardi Asda marah-marah saat mengunjungi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar). Penyebabnya karena layanan Unit Gawat Darurat (UGD) tutup.

Informasi yang berhasil dihimpun, insiden marah-marah orang nomor satu di Solok tersebut terjadi lantaran banyaknya laporan masyarakat tentang pelayanan di Puskesmas tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Epyardi Asda mengatakan bahwa dirinya menemukan layanan UGD tutup saat melakukan sidak.

“Sebelum ke sana, sehari sebelumnya itu ada kecelakaan tak jauh dari Puskesmas dengan alasan sudah di luar jam kerja,” katanya.

Baca juga: Bupati Solok Epyardi Marah-marah di Puskesmas Tanjung Bingkung, Ini Sebabnya

Menurutnya, layanan UGD seharusnya buka 24 jam. Dirinya pun meminta maaf jika layanan di Puskesmas atau instansi pelayanan publik lainnya tidak maksimal. [zfk]


Baca berita Kabupaten Solok hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist