BKSDA Sumbar Pasang Perangkap untuk Tangkap Beruang Madu di Kelok 44 Agam

Penulis: Fuadi Zikri
|
Editor: Redaksi

Berita Agam hari ini dan berita Sumbar hari ini: BKSDA Sumbar resor Kabupaten Agam memasang perangkap atau box trap untuk menangkap beruang madu di Kelok 44

Padang, Padangkita.com– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) resor Kabupaten Agam memasang perangkap atau box trap untuk menangkap beruang madu (Helarctos Malayanus) di Kelok 44, Jorong Padang Galanggang, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Senin (15/2/2021) sore.

Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, perangkap dipasang setelah satwa langka dan dilindungi tersebut kembali muncul di kawasan tersebut.

“(Perangkap) kita pasang untuk mengantisipasi terjadinya konflik dengan manusia di daerah tersebut,” kata Ade dalam keterangan tertulisnya yang diterima Padangkita.com, Selasa (16/2/2021).

Ade menyebutkan, pihaknya memasang dua unit perangkap di dua lokasi setelah satwa itu dilaporkan muncul di area perkebunan warga sejak beberapa hari belakang.

Perangkap dipasang untuk menangkap satwa langka dan dilindungi itu dan kemudian dievakuasi serta dilepaskanliarkan di tempat yang lebih jauh dari area aktivitas warga.

Pemasangan perangkap dilakukan bersama-sama dengan aparat pemerintahan nagari (desa) dan warga yang berada di sekitar lokasi kemunculan satwa tersebut.

“Satwa ini telah beberapa kali muncul. Akhirnya kita ambil keputusan untuk mengevakuasinya agar tidak terjadi konflik dengan warga setempat,” kata Ade.

Pemasangan perangkap diberi umpan buah nangka dan durian. “Selama perangkap terpasang, kita bersama aparat pemerintahan nagari akan terus memantau,” tutur Ade.

Ade mengungkapkan, berdasarkan catatan pihaknya, kemunculan satwa ini merupakan yang ketujuh kalinya di daerah tersebut.

Kemunculan pertama diketahui di Kelok 35, kemudian Kelok 42, Kelok 28, Jorong Sidang Tangah, Jorong Ambun Tanai, Nagari Bayur dan Kelok 43 Jorong Padang Galanggang.

Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan keterangan beberapa saksi mata, kata Ade, diduga beruang yang muncul berkali-kali itu adalah satwa yang sama.

Sementara, dari hasil analisa tanda-tanda keberadaan, satwa itu diperkirakan berusia 10 tahun dan mengalami disorientasi atau tersesat dari habitatnya yang berada di kawasan hutan lindung yang tidak jauh dari lokasi kemunculan.

Menurut Ade, warga sudah terlalu sering bertemu langsung dengan satwa tersebut. Seperti yang dialami salah seorang warga bernama Asril, 58 tahun, warga setempat.

Kata ade, warga tersebut mengaku bertemu dengan satwa beruang di kebunnya, dan mengusirnya dengan anjing peliharaannya. Beruntung beruang itu lari menuju kawasan hutan.

Baca juga: Cerita Siti Aisyah Melawan Kanker Tulang, Berawal dari Bekas Jatuh hingga Bengkak Tak Bisa Berjalan

Selain itu, lanjut Ade, berdasarkan kesaksian warga, beruang itu juga ditemukan berada di atas pohon yang berjarak tidak jauh dari taman wisata Ambun Tanai Maninjau pada Jumat (12/02/2021). [pkt]


Baca berita Agam hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist