Berkunjung ke Sumbar, Mentan Minta Semua Pemda Siapkan Lumbung Pangan

Padang, Padangkita.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Sumatra Barat (Sumbar) memantau panen raya padi di Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (27/10/2020).

Dalam kunjungan ini, Mentan ingin memastikan kebutuhan logistik beras nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Selain itu, Kabupaten Padang Pariaman sebagai wilayah strategis pertanian nasional diharapkan mampu mengoptimalkan over stock beras tahun 2020.

Baca Juga

“Saya berharap semua daerah mulai menyiapkan lumbung pangannya masing-masing. Saya ingin para kepala daerah mampu menyangga kebutuhan rakyat yang ada. Terlebih jumlah stok beras di akhir Desember tahun ini mencapai 5,9 juta ton,” kata Mentan.

Apabila produksi beras 31,63 juta ton dan kebutuhan konsumsi sebesar 30 juta ton, maka stok beras a hingga akhir tahun sebanyak 7 juta ton.

“Kondisi ini harus kita optimalkan dengan baik,” kata Syahrul, dalam rilis diterima Padangkita.com, Rabu (28/10/2020).

Mentan mengapresiasi kerja keras jajaran pemerintah daerah dalam mengamankan produktivitas cadangan beras 2020. Kata dia, peranan daerah sangat menentukan kecukupan kebutuhan pangan nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberi penghargaan kepada Bapak Bupati Padang Pariaman, beserta jajaran atas kerjasamanya dalam pelaksanaan kegiatan panen padi ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras tahun 2020 mencapai 31,63 juta ton. Angka produksi tersebut diperoleh dari luas panen padi 2020 mencapai 10,79 juta hektare dan produksi padi diperkirakan sebesar 55,16 juta ton GKG (gabah kering giling).

Mentan berharap peranan provinsi dan kabupaten mampu melakukan gerakan akselerasi dengan memanfaatkan Kostratani (komando strategis petani) yang ada di tiap Kecamatan.

Kata Syahrul pula, Kostratani adalah perangkat ujung tombak dalam peningkatan produksi pertanian. Apalagi, tahun ini sudah memasuki musim tanam (MT)-I bulan Oktober-Maret 2020/2021.

“Tentunya ada target produksi yang harus bisa kita capai. Dengan penetapan target tanam padi seluas 8,2 juta hektare dan jagung seluas 3,3 juta hektare yang akan dibagi ke semua wilayah, maka kita perlu melakukan langkah operasional yang lebih konkret,” katanya.

Oleh karena itu, dia berjanji akan terus memberikan bantuan sarana produksi, alat pra-panen dan pasca-panen, serta mendorong para petani menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi klaster.

“Kita akan terus dorong untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri supaya dapat mengurangi impor dan meningkatkan volume ekspor,” katanya.

Baca juga: Angka Gini Rasio 0,312, Ketimpangan Sumbar Dinilai Membaik

Sebagai informasi, Kementeri Pertanian (Kementan) memberikan bantuan senilai Rp39,4 miliar untuk pertanian di Sumbar. Bantuan tersebut dari Ditjen Tanaman Pangan sebesar Rp18,2 miliar, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp12,8 miliar, Ditjen Perkebunan Rp4,3 miliar, serta Ditjen Hortikultura Rp3,9 miliar. [pkt]


Baca berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler