Bantah Soal Ritual Kendi Nusantara, Pembelaan dari Pemprov Sumbar: Beliau Sangat Fahamlah dengan Agama

Penulis: Isran Bastian

Padang, Padangkita.com – Pemprov Sumbar menjawab tudingan soal keikutsertaan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam acara Ritual Kendi Nusantara yang dilakukan bersama Presiden Joko Widodo dan gubernur dari 34 provinsi di Indonesia, Senin (14/3/2022) lalu di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Menurut Juru Bicara Pemprov Sumbar, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, dalam rapat persiapan acara di IKN tidak pernah panitia dari protokoler presiden menyampaikan akan ada acara ritual “Kendi Nusantara”.

“Sejak awal rapat-rapat sampai ke pelaksanaan acara, tidak pernah ada disebutkan ada ritual tertentu. Setiap kepala daerah hanya diminta membawa air dan tanah dengan wadah tradisional masing-masing daerah disertai dengan sinopsis mengenai asal usul air dan tanah yang dibawa tersebut,” ungkap Jasman dalam rilisnya dikutip Padangkita.com, Kamis (17/3/2022).

Jasman juga menegaskan “Jadi itu saja. Kan bisa kita saksikan sendiri di televisi, kan ndak ada ritual-ritual agama atau kepercayaan tertentu.”

Diketahui sebelumnya, keikutsertaan Mahyeldi dalam acara tersebut mendapat kritik keras dari Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar. Menurut Gusrizal dalam keterangan persnya, acara tersebut bertentangan dengan akidah Islam dan dirinya sangat menyayangkan kehadiran Mahyeldi yang turut pula membawa sampel air dan tanah dari wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

“Saya tidak setuju dengan ritual tersebut. Sikap pemimpin seperti itu, bisa ditiru oleh masyarakat awam,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Padangkita.com, Senin (13/3/2022).

Soal pandangan MUI tersebut, Juru Bicara Pemprov Sumbar, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang menjawab  “Yakinlah, kalau ada ritual-ritual tertentu, Buya pasti tidak akan mau. Beliau sangat fahamlah dengan Agama Islam. Seperti yang tadi Saya sampaikan, apakah yang kita saksikan dalam siaran langsung di televisi ada hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan kita?”

“Tetapi apapun itu, semua masukan dari siapa saja insyaa Allah kita perhatikan, kita hormati dengan ucapan sangat berterima kasih dan semoga Allah SWT melindungi dan meredhai kita semua” ungkap Jasman menutup penjelasannya.

Diketahui, Senin lalu Presiden RI Joko Widodo bersama 34 gubernur se-Indonesia, menyatukan tanah dan air dari 34 Provinsi dalam satu wadah dalam upacara, di lokasi rencana pembangunan IKN Nusantara.

Upacara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi serta beberapa Menteri menerima tanah dan air tersebut, dimulai dari yang pertama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemudian diikuti berturut-turut gubernur Aceh, Papua, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Papua Utara, Jawa Barat, Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi, dan seterusnya hingga diakhiri oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

Baca Juga: Ketua MUI Sumbar Sesalkan Mahyeldi Ikut Ritual Kendi, Tak Sesuai ‘ABS-SBK’ dan ‘Syarak Mangato Adat Mamakai’

Baca Juga:Ritual Kendi Nusantara Makan Korban! Gubernur Sulteng Pingsan dan Sejumlah Gubernur Lemas

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, menyebut, prosesi ini murni gagasan Presiden Jokowi yang terpinspirasi dari lagu Indonesia Raya. Kendi Nusantara merupakan simbol nusantara yang diisi oleh tanah dan air yang menjadi simbol Persatuan, kebhinekaan dan kearifan lokal. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist