Yose Hendra

Yose Hendra

Sepintas Sejarah Pasa Ateh, Hegemoni Ekonomi Bukittinggi

Sepintas Sejarah Pasa Ateh, Hegemoni Ekonomi Bukittinggi

Padangkita.com – Senin (30/10/2017) pagi, bara melahap sebagian tubuh Pasar Atas (Baca: Pasa Ateh), Kota Bukittinggi. Memercikkan air mata pedagang, mewariskan kerugian yang ditaksir triliunan rupiah. Menjadi beranda Jam Gadang, ikon Bukittinggi, Pasa Ateh bukanlah pasar yang tumbuh karena wisata sebagaimana alasan orang ke Bukittinggi, dan Jam Gadang utamanya. Pasar yang berdiri di gundukan bukit…

Wawancara: Mahyeldi Blakblakan Soal Go-Jek

Wawancara: Mahyeldi Blakblakan Soal Go-Jek

Padangkita.com – Desakan dari pengusaha dan sopir angkutan kota di Padang, akhirnya membuat Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menutup kantor operasional Go-Jek Padang yang berada di kawasan Imam Bonjol, 20 September lalu. Penutupan ini berbarengan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pengusaha dan pengemudi angkutan kota di Padang di hari yang sama. Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra…

Cara Belanda Membebaskan Padang Dari Banjir

Cara Belanda Membebaskan Padang Dari Banjir

Padangkita.com – Banjir besar yang melanda Kota Padang pada 29 September 1907, mendorong pemerintah kolonial Belanda berpikir keras untuk mengatasi agar tidak berulang. Banjir adalah keniscayaan bagi Padang bila disigi geografisnya, dengan topografi sempit pada dataran. Sungai-sungai besar yang mengalir dari hulu tidak terlalu panjang dan lebar, tapi memiliki kemiringan yang membawa air cepat mengalir ke…

Mencuri Perhatian Orang Mentawai Dengan Festival

Mencuri Perhatian Orang Mentawai Dengan Festival

Padangkita.com – Festival Pesona Mentawai sudah ditutup 5 Oktober lalu, dengan sumringah dan rasa bahagia mereka yang berkesempatan hadir. Festival selama lima hari menjadi magnet sekaligus memaparkan miniatur Mentawai ke dunia luar. Mentawai, adalah kawasan dengan empat pulau besarnya yang menyimpan aneka budaya yang mempesona. Sayang, tidak gampang untuk dijamah. Kondisi geografis, cuaca, akses, dan perhubungan,…

Merawat Smong Lewat Seni

Merawat Smong Lewat Seni

Padangkita.com – Di tangan Mohd. Ridwan. R, smong digubah menjadi alat seni yang universal. Smong yang bertutur dalam bahasa defayan (salah satu bahasa di Simeulue) diproduksi menjadi teks dengan kata-kata yang menawan, dan enak terdengar jika didendangkan. Suatu siang, pertengahan September di Sinabang, ibukota Kabupaten Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam, Moris begitu dia akrab disapa, mendendangkan syair smong…

Nashar, Pelukis Minang di Teras Marginal

Nashar, Pelukis Minang di Teras Marginal

Padangkita.com – Kehidupan pelukis Nashar tercermin dari goresan kuasnya diatas kanvas yang penuh teka-teki, sulit dimengerti. Dalam berkarya, ia memilih jalan sunyi, marginal dari pasar. Padahal, Nashar begitu produktif melukis. Ratusan lukisannya tersebar di beberapa kolektor dan galeri. Lukisannya pun bisa dikatakan bernilai tinggi, dan sebetulnya bisa menjadikan ia kaya. Tapi nasib berkata, hingga akhir hayat, lelaki asal Pariaman ini…

Setrum ‘Hijau’ dari Perut Bumi Solok Selatan

Setrum ‘Hijau’ dari Perut Bumi Solok Selatan

Padangkita.com – Suatu siang pengujung Mei 2017, ceruk bukit-bukit hijau gerbang Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di kawasan Solok Selatan tersebut, dibumbui awan yang bergelantungan. Di bawah bentangan bukit tersebut, rig pengeboran dengan ketinggian 40 meter berdiri kokoh, menyampaikan pesan sumber setrum dari perut bumi sebentar lagi akan dialirkan. Rig pengeboran tersebut menandai eksploitasi energi panas…

Teks Proklamasi Versi Sumatera dari Ranah Minang

Teks Proklamasi Versi Sumatera dari Ranah Minang

Padangkita.com – Sumpah setia Sumatera terutama Sumatera Barat kepada Republik yang baru lahir tidak perlu diragukan. Pada 29 Agustus 1945, sebuah teks proklamasi diproduksi dan dibacakan sebagai penabal teks proklamasi yang telah dibacakan Sukarno-Hatta di Pengangsaan Timur, Jakarta, 17 Agustus 1945. Baca juga : Mereka Yang Mengalirkan Proklamasi Kemerdekaan ke Padang Desakan kaum republiken di Padang…

Mereka Yang Mengalirkan Proklamasi Kemerdekaan ke Padang

Mereka Yang Mengalirkan Proklamasi Kemerdekaan ke Padang

Padangkita.com – Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan di Pegangsaan Timur 56, Jakarta, pada Jumat, 17 Agustus 1945, pukul 10.00, menjadi penegas Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan. Siarnya kemudian sampai ke wilayah lain, melalui telegram, radio, hingga ‘radio bawah lutuik’ alias mulut ke mulut. Baca juga : Orang Lintau Dibalik Kemerdekaan Indonesia Di Sumatera Barat, mulanya kabar proklamasi sampai…

Orang Lintau Dibalik Kemerdekaan Indonesia

Orang Lintau Dibalik Kemerdekaan Indonesia

Padangkita.com – Perempatan dekat kantor walinagari di Lubuak Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (12/8/2017) sepi. Demikian juga rumah gadang tua yang berhalaman luas di perempatan tersebut. Masyarakat sekitar menyebut, bahwa rumah gadang tersebut rumahnya Chairul Saleh. Namun, masyarakat setempat enggan berbicara lebih banyak soal Chairul Saleh. “Chairul Saleh itu kan? Orang dekat…

Selanjutnya

Terpopuler