Padang, Padangkita.com – Di tengah deretan bangunan tua yang menghiasi kawasan Pondok, Kota Padang, Kelenteng See Hien Kiong berdiri sebagai saksi bisu perjalanan sejarah sejak tahun 1841.
Namun, jejak kemegahan bangunan yang menjadi pusat spiritual etnis Tionghoa ini sempat terkoyak akibat gempa bumi dahsyat pada 30 September 2009 silam.
Bertahun-tahun pascabencana, upaya untuk mengembalikan kejayaan situs cagar budaya ini akhirnya menemukan titik terang. Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Kementerian Kebudayaan sepakat untuk melakukan revitalisasi menyeluruh guna menyelamatkan warisan akulturasi tersebut.
Kesepakatan ini mencuat saat Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meninjau langsung kondisi fisik kelenteng di Jalan Kelenteng No. 312, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Fadli Zon tampak terkesima dengan nilai historis yang tersimpan di balik arsitektur bangunan tua itu. Menurutnya, kelenteng ini bukan sekadar rumah ibadah, melainkan artefak penting yang merekam perkembangan peradaban Kota Padang.
"Bangunan ini sangat bersejarah. Klenteng See Hien Kiong sudah berdiri lama, bahkan sebelum kawasan di sekitarnya berkembang seperti sekarang. Ini merupakan bagian penting dari sejarah Kota Padang dan bukti nyata akulturasi budaya di Indonesia," ujar Fadli Zon di sela-sela peninjauan.
Fadli menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui kementeriannya siap memberikan atensi khusus. Ia berharap, revitalisasi ini tidak hanya mengembalikan fungsi spiritual kelenteng, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata sejarah yang edukatif.
Menyambut dukungan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan bahwa pemugaran ini adalah bagian integral dari visi besar penataan kota. Ia menjelaskan bahwa revitalisasi Kelenteng See Hien Kiong akan diselaraskan dengan program pengembangan pariwisata daerah.
"Revitalisasi ini tidak hanya menyelamatkan bangunan cagar budaya, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan Kota Tua. Kami berharap dukungan kementerian, karena ini sejalan dengan Progul Jelajah Padang yang terintegrasi dengan revitalisasi kawasan Kota Tua dan pesisir pantai," tutur Fadly Amran.
Fadly optimistis, dengan sentuhan pemugaran yang tepat, kawasan Pondok akan bertransformasi menjadi magnet wisata warisan (heritage tourism) yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menjadi simbol keberagaman yang harmonis di Ranah Minang.
Baca Juga: Makna Imlek 2572 Bagi Kelenteng See Hien Kiong Padang
"Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, kita ingin mengembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah sekaligus destinasi wisata yang memperkuat identitas Padang sebagai kota multikultural," pungkas Fadli Zon menutup pembicaraan. [*/hdp]











