Padang, Padangkita.com – Bencana hidrometeorologi yang menghantam wilayah Sumatra Barat (Sumbar) beberapa waktu terakhir menyalakan alarm bahaya bagi stabilitas ekonomi masyarakat.
Dari 19 kabupaten dan kota yang ada di ranah Minang, 16 di antaranya terdampak banjir dan longsor. Situasi ini mendorong Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) bergerak cepat menetapkan Sumbar sebagai zona prioritas penanganan guna mencegah lahirnya kantong-kantong kemiskinan baru.
Langkah konkret tersebut dimulai dengan kunjungan kerja intensif Tim BP Taskin ke Sumatra Barat pada Kamis (20/12/2025). Tim yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses BP Taskin, Novrizal Tahar, membawa misi kolaborasi lintas sektor.
Dalam pertemuan strategis bersama Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, Novrizal Tahar menegaskan bahwa bencana alam kerap menjadi pintu masuk bagi kemiskinan struktural jika tidak ditangani dengan skema pemulihan ekonomi yang tepat.
Kunjungan kerja ini adalah bentuk keseriusan dari BP Taskin dalam upaya menangani potensi terciptanya kantong-kantong kemiskinan baru yang diakibatkan bencana. Oleh karena itu, diperlukan suatu sinergi dan kolaborasi antar kementerian, lembaga, dan tidak terkecuali pimpinan daerah, ujar Novrizal Tahar di Padang.
Gubernur Mahyeldi menyambut positif atensi khusus dari pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, kehadiran BP Taskin membawa angin segar bagi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sosial-ekonomi masyarakat terdampak.
"Upaya pemulihan dari bencana mesti dilakukan bersama-sama agar ada percepatan. Kedatangan BP Taskin menjadi poin positif dan harapan baru untuk lebih cepatnya pemulihan pascabencana serta antisipasi meningkatnya kantong-kantong kemiskinan baru," tutur Mahyeldi.
Sebelum bertemu Gubernur, Tim BP Taskin yang beranggotakan Samson, Wempi Oscar, Real Rahadinal, dan Fachria telah lebih dulu melakukan koordinasi teknis terkait pemutakhiran data kerusakan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar yang diterima oleh Sekretaris BPBD, Ilhamsyah.
Tak hanya berdiskusi di balik meja, Novrizal Tahar dan rombongan langsung turun ke lapangan menyisir titik-titik krusial. Di Kota Padang, tim menyambangi Kecamatan Pauh, tepatnya di SMP Negeri 44 Padang yang dialihfungsikan sebagai posko pengungsian.
Disambut oleh Camat Pauh, Titin, BP Taskin menyerahkan bantuan logistik sebagai simbol solidaritas. Namun lebih dari itu, kehadiran mereka bertujuan untuk memetakan kebutuhan pendampingan jangka panjang bagi para pengungsi.
Rangkaian kunjungan berlanjut ke Kabupaten Padang Pariaman. Di wilayah ini, ancaman kemiskinan bagi petani menjadi sorotan utama. Dalam pertemuan dengan Bupati Padang Pariaman, Jon Kennedy Azis, terungkap fakta mengkhawatirkan mengenai kerusakan lahan pertanian produktif.
Bupati menyampaikan bahwa banjir bandang telah menyebabkan sedimentasi lumpur tebal yang menimbun sawah dan ladang warga. Akibatnya, batas-batas kepemilikan lahan hilang dan tanah tak lagi bisa digarap dalam waktu dekat.
Merespons keluhan tersebut, Novrizal Tahar berkomitmen bahwa BP Taskin tidak akan tinggal diam. Pihaknya siap mengawal proses pemulihan aset produksi masyarakat ini agar petani tidak kehilangan mata pencaharian secara permanen.
BP Taskin akan mendampingi serta membantu mencarikan jalan keluar yang tepat secara serius dari dampak bencana ini, dan tidak terkecuali penanganan terhadap lahan yang hilang akibat endapan lumpur tersebut, janji Novrizal.
Baca Juga: Bencana Alam Picu Kenaikan Angka Kemiskinan di Sumatera Barat
Intervensi cepat dari BP Taskin ini diharapkan mampu menjadi benteng penahan agar masyarakat Sumatra Barat yang terdampak bencana tidak jatuh ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam, melainkan segera bangkit dan berdaya kembali. [*/hdp]











