FKG Unand Catat Tingginya Angka Gigi Berlubang Anak Usia Dini, Perhatian Orang Tua Masih Rendah

FKG Unand Catat Tingginya Angka Gigi Berlubang Anak Usia Dini, Perhatian Orang Tua Masih Rendah

Mahasiswa dan dosen FKG Unand melakukan pemeriksaan gigi anak usia dini di RA/TK Arrisalah, Kelurahan Balai Gadang, Koto Tangah, Kota Padang. [Foto: Dok. FKG Unand]

Padang, Padangkita.com — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Andalas (Unand) mencatat tingginya angka gigi berlubang pada anak usia dini di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Temuan tersebut diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di RA/TK Arrisalah, Kelurahan Balai Gadang.

Dari hasil penjaringan kesehatan gigi dan mulut anak usia dini di sekolah tersebut, tercatat sekitar 90 persen anak mengalami karies atau gigi berlubang. Rata-rata setiap anak memiliki pengalaman gigi berlubang sebanyak tujuh gigi. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang berkisar antara 82 hingga 90 persen anak usia dini mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut.

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas (FKG Unand), Drg. Arymbi Pujiastuty, M.Kes menyebutkan, tingginya kasus gigi berlubang pada anak usia dini tidak terlepas dari masih rendahnya perhatian orang tua terhadap kesehatan gigi dan mulut anak atau dikenal dengan istilah dental neglect.

“Gigi berlubang pada anak usia dini yang tidak ditangani dapat menimbulkan rasa nyeri akibat infeksi, mengganggu proses mengunyah, serta memengaruhi pola makan anak. Jika asupan gizi terganggu, anak berisiko mengalami gizi kurang atau stunting,” ujar Arymbi di Padang, Sabtu (13/12/2025).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, FKG Unand sebelumnya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RA/TK Arrisalah dengan sasaran sekitar 80 anak usia dini. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, serta demonstrasi cara menyikat gigi yang benar. Anak-anak juga diajak melakukan sikat gigi bersama di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, ia berharap kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini, bisa menjadi rutinitas keseharian bagi setiap anak. Di samping itu hal tersebut juga dapat menjaga tumbuh kembang anak menjadi optimal.

Baca juga: FKG Unand Edukasi Kesehatan Gigi Ribuan Santri, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Apresiasi

“Kesehatan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kontribusi FKG Unand secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesehatan anak usia dini di Kota Padang, menuju terwujudnya generasi sehat Indonesia Emas 2035,” tambahnya. [*/adpsb]

Baca Juga

Tangis Haru di Kampung Talang, Fadly Amran Serahkan Kunci Hunian Baru untuk Korban Banjir Bandang
Tangis Haru di Kampung Talang, Fadly Amran Serahkan Kunci Hunian Baru untuk Korban Banjir Bandang
Kolaborasi Lintas Negara, Mahasiswa Doktoral Unand Latih Nakes Timor Leste Perangi Malnutrisi
Kolaborasi Lintas Negara, Mahasiswa Doktoral Unand Latih Nakes Timor Leste Perangi Malnutrisi
Menyorot Banjir Bandang 2025, Kerusakan Hulu dan Perilaku Manusia Jadi Biang Keladi
Menyorot Banjir Bandang 2025, Kerusakan Hulu dan Perilaku Manusia Jadi Biang Keladi
Lantik Direktur Baru, Rektor UNAND Tekankan 'Sense of Crisis' Menuju World Class University
Lantik Direktur Baru, Rektor UNAND Tekankan 'Sense of Crisis' Menuju World Class University
Panggilan Kemanusiaan Kampus Hijau, UNAND Terjunkan 400 Mahasiswa Verifikasi 20 Ribu Rumah Rusak
Panggilan Kemanusiaan Kampus Hijau, UNAND Terjunkan 400 Mahasiswa Verifikasi 20 Ribu Rumah Rusak
400 Mahasiswa KKN Unand Ditugaskan untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana di Sumbar
400 Mahasiswa KKN Unand Ditugaskan untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana di Sumbar