Wagub Audy Minta Pemda Dorong Perusahaan dan Petani Sawit Raih ISPO

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Kasus positif Covid-19 di Sumbar saat ini meningkat, sejumlah daerah berstatus zona merah 

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy. [Foto: Ist]

Berita Pasaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: kecambah atau benih sawit bermutu pastilah disertai dengan sertifikat dari sumber benih

Lubuk Sikaping, Padangkita.com- Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mendorong petani dan perusahaan kelapa sawit agar memperoleh sertifikat lahan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

"Pemerintah daerah juga mesti mendorong untuk mendapatkan ISPO. Persyaratan untuk mendapatkannya memang banyak, makanya semua harus saling mendukung," kata Audy saat kegiatan Safari Ramadan di Pasaman, Rabu (28/4/2021).

Dia mengatakan, banyak daerah di Sumbar yang memiliki perkebunan kelapa sawit, seperti Pasaman Barat, Pasaman, Sijunjung, Dharmasraya dan Solok Selatan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam dua tahun belakangan mendapatkan bantuan Rp600 miliar dari pemerintah pusat.

Namun karena banyak lahan masyarakat yang belum memiliki sertifikat, dana tersebut harus dikembalikan.

Padahal, pemerintah menargetkan melakukan replanting atau peremajaan sawit rakyat (PSR) mencapai 2,49 juta hektare selama periode 2017-2021.

Untuk menjalankan program replanting tersebut, pemerintah menunjuk Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) guna membantu petani dengan dana hibah senilai Rp25 juta per hektare.

"Syaratnya, adanya bukti kepemilikan lahan pertanian, harus ada sertifikatnya. Jadi, kami imbau seluruh bupati agar mendorong, supaya betul betul bisa tersalurkan," sampainya.

Selain itu, Audy juga menyampaikan permasalahan bagi petani kelapa sawit yaitu kekurangan benih yang bersertifikat baik.

Hingga saat ini peredaran benih (kecambah) sawit palsu atau tanpa sertifikat sumber benih masih beredar di masyarakat.

Padahal, penggunaan benih tidak bermutu dapat mengakibatkan kerugian biaya, waktu, tenaga, produksi bahkan pendapatan pekebun.

"Kami tegaskan, kecambah atau benih sawit bermutu pastilah disertai dengan sertifikat dari sumber benih," ungkapnya.

Hal ini penting diketahui masyarakat khususnya petani pekebun agar tidak mudah terkecoh dengan penawaran harga benih sawit murah.

Wagub Sumbar mengungkapkan, Pemprov Sumbar sudah pernah mengadakan pertemuan dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumbar dengan mengundang berbagai dinas kabupaten yang disasar realisasi program replanting.

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah di Jorong Tinggam, Pasbar Ludes Terbakar

"Program PSR untuk masyarakat sebenarnya ini peluang karena gratis dari pemerintah," ujarnya. [rna]


Baca berita Pasaman hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Baca Juga

Tim Terpadu Sumbar Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal di Pasaman, Barang Temuan Dimusnahkan
Tim Terpadu Sumbar Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal di Pasaman, Barang Temuan Dimusnahkan
Kepala Kesbangpol Sumbar Raih Peringkat 3 Nasional dalam Proper Expo PKN I LAN RI 2025
Kepala Kesbangpol Sumbar Raih Peringkat 3 Nasional dalam Proper Expo PKN I LAN RI 2025
Promosikan Petani Muda yang Sukses, Cara Pemprov Sumbar Tingkatkan Minat Bertani
Promosikan Petani Muda yang Sukses, Cara Pemprov Sumbar Tingkatkan Minat Bertani
Biro Adpim Sumbar Bimtek Kiat Membangun Citra Positif Petani Meningkatkan Ketahanan Pangan
Biro Adpim Sumbar Bimtek Kiat Membangun Citra Positif Petani Meningkatkan Ketahanan Pangan
Andre Rosiade: Jalan -Jembatan Rusak yang Viral Dibangun lagi, Kado HUT RI dari Presiden Prabowo
Andre Rosiade: Jalan -Jembatan Rusak yang Viral Dibangun lagi, Kado HUT RI dari Presiden Prabowo
Bidan Dona yang Seberangi Sungai Deras di Pasaman Dinobatkan sebagai Nakes Teladan
Bidan Dona yang Seberangi Sungai Deras di Pasaman Dinobatkan sebagai Nakes Teladan