
Tumpukan sampah di sepanjang Pantai Padang, Selasa (09/10/2017)
Padangkita.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menurunkan sekitar 400 orang Petugas Kebersihan Kecamatan dan Kelurahan (PK3) untuk membersihkan tumpukan sampah yang terdampar di sepanjang Pantai Padang. Proses pembersihan sudah berlangsung sejak Senin (27/11/2017) mulai dari pantai di depan LP Muaro hingga Pantai Muaro Lasak.
Sampah-sampah tersebut merupakan sampah buangan masyarakat dan terbawa oleh arus air dari sejumlah bandar yang ada di kota Padang. Pada bulan Oktober lalu, sebanyak 150 ton sampah juga berhasil dibersihkan diangkat dari kawasan pantai Padang.
Baca juga:
150 Ton Sampah Penuhi Kawasan Pantai Padang
Pasca Banjir, Kawasan Pantai Padang Dipenuhi Sampah
Koordinator Lapangan Petugas Kebersihan Kota Padang Yol Dt. Sati mengatakan setidaknya ada 20 kontainer sampah diangkut oleh para petugas. Tumpukan sampah terbanyak berada di sekitar Pantai Muaro Lasak.
“Hari pertama sangat padat, ada sekitar 11 kontainer. Kemarin dan hari ini, masing-masing ada sekitar 4-5 kontainer. Jadi totalnya ada sekitar 20 kontainer. Tapi dibandingkan tahun lalu, sekarang sudah berkurang. Tahun lalu sekali angkut 20 kontainer,” ujar Yol, Rabu (29/11/2017).
Yol mengatakan sampah-sampah tersebut muncul akibat masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Hujan lebat yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir membuat sampah-sampah rumah tangga yang dibuang ke selokan hanyut ke sungai dan terbawa arus hingga ke muara dan terdampar di pantai. Selain sampah rumah tangga, juga ada kayu-kayu yang terseret arus sungai yang berasal dari perbatasan Lubuk Kilangan dan Kuranji.
Pihaknya pun berharap masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Setiap rumah, kantor, kedai, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya mesti menyediakan tempat sampah. Sampah kemudian dimasukkan ke kontainer sampah terdekat mulai pukul 17.00 hingga 05.00.
“Kalau kesadaran masyarakat bagus, kita tinggal ambil sampah di kontainer saja lagi, tidak di sini. Kita sudah berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat agar menyediakan tempat sampah dan membuangnya ke kontainer-kontainer terdekat,” ujar Yol.
Menurut sejumlah petugas, kondisi ini terjadi setiap kota padang dilanda banjir serta tingginya intensitas hujan. Petugas mengaku kewalahan dan butuh waktu berhari-hari agar pantai padang kembali bersih.
Nita, salah seorang pedagang di Pantai Muaro Lasak, kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Terdamparnya sampah-sampah tersebut seolah sudah menjadi rutinitas setiap ada hujan lebat. Dia mengharapkan kondisi ini bisa segera diatasi karena tumpukan sampah dan bau tidak sedap yang ditimbulkannya mengganggu kenyamanan para pengunjung.