800 Mahasiswa Minang Kuliah di Luar Negeri, Gubernur Mahyeldi Berharap Jadi Perwakilan Sumbar  

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Jumlah pelajar dan mahasiswa Minang yang kuliah di luar negeri mencapai 800 orang. Ini baru mereka yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Minang Internasional (IPMI).

Anggota IPMI ini tersebar di lebih dari 60 negara, di antaranya China, Jepang, Korea Selatan, Australia, hingga Turki dan Mesir.

Belasan utusan IPMI ini bertemu dengan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah di ruang tamu Istana Kompleks Gubernuran Sumbar, Sabtu (19/2/2022).

Mereka meminta dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terhadap program literasi yang saat ini mereka jalankan di sekolah-sekolah.

Yovandra, salah seorang perwakilan IPMI yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa program master di Wuhan University China, mengungkapkan bahwa saat ini IPMI melakukan roadshow ke sekolah-sekolah.

Mereka melaksanakan gerakan literasi untuk siswa siswi Sumbar agar mendapatkan informasi lebih banyak tentang sekolah di luar negeri.  Harapannya, akan semakin banyak siswa mendapatkan informasi sehingga makin banyak generasi Sumbar yang sekolah di luar negeri.

“Sebenarnya banyak yang berkeinginan melanjutkan sekolah ke luar negeri. Di sisi lain, peluang beasiswa juga banyak, tapi minim informasi bahkan misinformasi, bahwa sekolah di luar negeri tidak amanlah, dan lainnya. Makanya kami ingin roadshow ke sekolah,” kata Yovandra.

Di antaranya sekolah yang sudah mereka kunjungi adalah SMAN 3 Pariaman, MAN 2 Tanah Datar, SMA 3 Batusangkar, dan SMA 4 Payakumbuh.

“Kita mohon dukungan agar gerakan ini jadi gerakan massal, di mana setiap kabupaten kota punya pusat informasi tentang peluang sekolah atau kuliah di luar negeri. Sehingga setiap siswa sudah punya gambaran awal sedari dini, akan melanjutkan kemana setelah sekolah dan di sini sekolah punya peran lebih untuk mengarahkan siswa sesuai minat bakatnya,” ungkap Yovandra.

Persoalan yang ada, lanjut dia, banyak siswa yang berpeluang mendapatkan beasiswa tapi tidak memiliki biaya ongkos atau biaya hidup selama kuliah, termasuk biaya karantina mandiri yang menjadi satu syarat ke luar negeri.

Didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Dedy Diantolani, dan Plt. Kadis Pendidikan Sumbar Suyatno, Gubernur Mahyeldi mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan IPMI.

Gubernur Mahyeldi mengatakan bahwa pendidikan merupakan perhatian utama Pemprov Sumbar dan saat ini Pemprov Sumbar telah menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Berharap Toilet di Semua Masjid di Sumbar Seperti di Hotel Bintang 5

“Diharapkan mahasiswa bisa berkontribusi juga sebagai perwakilan Sumbar di luar negeri, melihat berbagai peluang, bangun komunikasi dengan Kedubes dan komunitas di luar negeri. Karena Pemprov saat ini sedang membangun akses internasional,” ujar Buya Mahyeldi. [*/pkt] 

Terpopuler

Add New Playlist