Berita

2 Jembatan Indah di Dharmasraya Ini Dibangun dengan Susah Payah, Telan Rp128 Miliar  

×

2 Jembatan Indah di Dharmasraya Ini Dibangun dengan Susah Payah, Telan Rp128 Miliar  

Sebarkan artikel ini
Jembatan Sungai Dareh dengan panjang 185 meter, lebar 11 meter, dengan tipe cable stayed. Dibangun pada tahun 2015-2018 dengan anggaran Rp93 miliar. [Foto: Dok. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR]

Pulau Punjung, Padangkita.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja menyelesaikan pembangunan du jembatan di Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar). Dua jembatan ini akan meningkatkan konektivitas dan perekonomian masyarakat.

Jembatan tersebut adalah Jembatan Sungai Dareh dan Jembatan Pulai yang telah diresmikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Bupati Kabupaten Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan pada rangkaian kegiatan Peresmian Masjid Agung Dharmasraya peringatan HUT ke-19 tahun Kabupaten Dharmasraya, Jumat (6/1/2022) lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Jembatan Sungai Dareh dan Jembatan Pulai dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat (Sumbar).

Jembatan Sungai Dareh akan meningkatkan konektivitas jaringan jalan antara Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Jambi. Sedangkan, Jembatan Pulai akan meningkatkan konektivitas jaringan jalan antara Kabupaten Dharmasraya menuju Kecamatan Timpeh dan Padang Leweh.

“Jembatan Sungai Dareh dan Jembatan Pulai ini dibangun dengan susah payah karena ada beberapa permasalahan di lapangan, akan tetapi setelah melakukan berbagai upaya untuk dapat menyelesaikannya, Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan berfungsi dengan baik,” kata Menteri Basuki.

Kepala BPJN Sumatra Barat (Sumbar) Syah Putra A Gani mengatakan, pembangunan Jembatan Sungai Dareh dilaksanakan sejak 2015-2018 dengan alokasi anggaran sebesar Rp93 miliar.

“Jembatan Sungai Dareh panjangnya 185 meter, lebar 11 meter, dengan tipe cable stayed. Dibangun pada tahun 2015-2018 dengan skema Multiyears Contract (MYC). Dengan alokasi anggaran Rp93 miliar. Saat ini sudah beroperasi dan sudah dimanfaatkan masyarakat,” jelas Syah Putra.

Syah Putra menambahkan, Jembatan Pulai dibangun pada tahun 2018-2020 dengan alokasi anggaran sebesar Rp35,7 miliar. Jembatan bertipe rangka baja ini memiliki panjang 200 meter, dan lebar 8 meter.

“Jembatan Pulai pada mulanya jembatan transmigrasi yang dibangun pada tahun 1978, awalnya hanya bisa mengangkut beban maksimal 5 ton, namun setelah dibangun sekarang bisa mengangkut beban 30-40 ton sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Syah Putra.

Menteri Basuki juga berpesan untuk selalu memperhatikan pemeliharaan jembatan.

“Jembatan juga harus kita pelihara lebih baik. Kalau jembatannya berada di jalan nasional, jadi nanti pemeliharaannya dari BPJN Sumatra Barat. Nanti ditambah beautifikasinya dan di bawah jembatan nanti diberi dermaga untuk olahraga dayung supaya lebih baik,” kata Menteri Basuki.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan berterima kasih kepada Kementerian PUPR atas pembangunan infrastruktur jembatan di Kabupaten Dharmasraya yang membantu konektivitas dan aktivitas perekonomian masyarakat.

Baca juga: Jembatan Gantung di Sungai Pisang Rampung, Permudah Akses Wisata Pulau

“Jembatan Sungai Dareh dan Jembatan Pulai dibangun berdasarkan kunjungan Presiden Jokowi pada tahun 2018 lalu. Setelah dibangun, 2 kecamatan tidak perlu lagi mengantri kalau mau melintas ke jembatan tersebut. Terima kasih Menteri dan Presiden sudah memberikan jembatan pada masyarakat Dharmasraya,” tandas Bupati Sutan Riska. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News