101 Karyawan Aqua Solok yang Di-PHK Batalkan Rencana Demonstrasi, Ini Alasannya

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Sebanyak 101 karyawan yang di-PHK Aqua Solok membatalkan aksi demonstrasi atau unjuk rasa yang awalnya direncanakan dilakukan di Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar).

Secara resmi, para karyawan yang di-PHK melalui Pengurus Cabang Serikat Pekerja Aqua Group Solok mengirimkan surat Nomor 044/PC-SLK/SPAG/XI/2022 kepada Polresta Padang.

Dalam surat tersebut disampaikan pemberitahuan pembatalan demonstrasi atau penyampaian pendapat di muka umum yang direncanakan dilakukan pada 14 November mendatang.

Dalam surat tersebut, Pengurus Cabang Serikat Pekerja Aqua Group Solok juga menjelaskan alasan atau penyebab pembatalan tersebut.

Yakni, telah terpenuhinya aspirasi mereka dengan terselenggaranya audiensi antara Pengurus Cabang Serikat Pekerja Aqua Group Solok dengan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah pada tanggal 12 November 2022 di Istana Gubernur Sumbar.

Baca juga: Perjuangkan Hak 101 Karyawan Aqua Solok yang Di-PHK, Gubernur Mahyeldi: Jangan Terpancing  

Diketahui, sebelum mengirim surat pembatalan demonstrasi, para karyawan yang diwakili Pengurus Cabang Serikat Pekerja Aqua Group Solok bertemu langsung dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Mahyeldi menyatakan akan memperjuangkan hak-hak 101 karyawan Aqua yang kena PHK. Namun, Mahyeldi menegaskan bahwa semua tindakan yang akan dilakukan mesti sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Sementara itu, Pengurus Cabang Serikat Pekerja Aqua Group Solok dalam pertemuan tersebut juga berkesempatan menyampaikan duduk perkara perselisihan mereka dengan PT Tirta Investama AQUA Solok. Para karyawan juga meluruskan sejumlah informasi yang mereka nilai masih simpang siur.

Untuk membantu memperjuangkan hak-hak karyawan yang di-PHK, Gubernur Mahyeldi memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk segera memanggil manajemen PT Tirta Investama AQUA Solok.

Sekadar informasi, perselisihan antara perusahaan AQUA Solok dengan 101 karyawan tersebut bermula dari tuntutan karyawan terhadap pembayaran uang lembur yang mereka nilai sudah tertunggak selama 7 tahun 2016-2022. Namun, menurut perusahaan, uang lembur tersebut tidak pernah ada karena jam lembur yang dimaksud termasuk dalam jam istirahat.

Beberapa kali mediasi menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, 101 karyawan melakukan mogok kerja 10-30 Oktober sebagai jalur menyampaikan aspirasi. Namun dalam masa mogok kerja tersebut, ternyata perusahaan melakukan PHK terhadap 101 karyawan.

Menyikapi tindakan perusahaan itu, para karyawan pun melakukan demonstrasi. Mereka menilai PHK sepihak yang dilakukan perusahaan telah menyalahi aturan dan sangat merugikan karyawan.

Untuk memperjuangkan hak-hak mereka, merekapun mengadu ke bupati Solok, DPRD Kabupaten Solok hingga DPRD Sumbar, dan yang terbaru ke Gubernur Sumbar.

Bupati Solok Epyardi Asda pun telah mendatangi langsung kantor Pabrik Aqua Solok, Kamis (10/11/2022). Namun, merasa tidak dihargai, Bupati Epyardi Asda sempat marah-marah di kantor Aqua Solok. Video Epyardi marah-marah tersebut viral di media sosial.

Selain ‘menyemprot’ manajemen Aqua Solok, Epyardi juga menuding Aqua Solok telah mencari ‘perlindungan’ ke Gubernur Sumbar. Sebab, sebelumnya manajemen Aqua Solok memang bertemu dengan Gubernur Mahyeldi.

Baca juga: Fakta-fakta Konflik AQUA Solok dengan 101 Karyawan yang di-PHK hingga Marahnya Bupati Epyardi

Dalam pertemuan dengan Bupati Epyardi Asda, manajemen Aqua Solok menyatakan hanya bisa mempekerjakan lagi 66 karyawan dari 101 karyawan yang di-PHK. Namun tawaran manajemen Aqua Solok tersebut ditolak Bupati Epyardi. Sebab, Epyardi meminta manajemen Aqua Solok mempekerjakan lagi semua atau 101 karyawan yang di-PHK. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist