Pulau Cingkuak, Snorkeling dan Wisata Sejarah ke Benteng Portugis

Pantai Carocok Painan. (Foto : Yose Hendra/Padangkita.com)

Padangkita.com – Kabupaten Pesisir Selatan layak disebut surga wisata keluarga yang ingin menikmati keindahan pantai. Tak hanya Teluk Mandeh, Pesisir Selatan masih memendam keindahan wisata pantai penuh sejarah di Pulau Cingkuak.

Berjarak sekitar 78 kilometer dari Kota Padang, jalan berliku dan kehangatan cuaca di tepian Pantai Barat Samudera Hindia membawa Anda sampai ke sini. Hanya butuh sekitar dua jam perjalanan darat untuk bisa menikmati keindahan pasir putih Pulau Cingkuak.

Untuk sampai ke pulau yang bersejarah ini, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa perahu yang sandar di dermaga Pulau Batu Kereta. Pulau ini terhubung dengan jembatan beton sepanjang 30 meter dari tepian Pantai Carocok. Tarifnya cukup terjangkau, Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kepala.

Di Carocok Painan, Anda bisa menikmati keelokan pantai ini dari Puncak Langkisau. Puncak setinggi sekitar 200 meter ini menjadi tempat sempurna untuk menikmati keelokan pantai Carocok Painan. keindahan panorama pantai Salido, Sago, Pantai Carocok—pantai barat Samudera Hindia—dan landscape Kota Painan menghilangkan penat selama perjalanan.

Keindahan panorama alam dari Puncak Langkisau mengundang para pencinta olahraga paralayang mengambil star dari sini dan mendarat di keindahan pasir putih Pantai Salido. Sayang, saat berkunjung ke sana, saya tak menemukan para pencinta olahraga ekstrim ini sedang menjajal parasut.

Liukan Sungai Salido yang bermuara di Pantai Salido terlihat membelah Kota Painan. Selain keindahan pantai, kota ini juga dialiri sungai besar yang bermuara ke Pantai Barat Samudera Hindia. Cukup lengkap fasilitas yang disajikan di puncak yang tak luas ini.

Pulau Cingkuak di Carocok Painan. (Foto : Padangkita.com)

Mulai dari toko-toko penjual makanan dan minunaman ringan, hingga sejumlah titik yang bisa dimanfaatkan untuk memotret Painan dari ketinggian. Kabel baja menggelantung di antara lembah bukit dan menawarkan sensasi flying fox untuk menguji adrenalin.

Sejumlah pernak-pernik pakaian dan topi pantai ditawarkan para penjaja di tepian pantai. Usai beristirahat sejenak sambil menikmati segarnya kelapa muda, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Carocok. Jembatan beton mengantarkan pengunjung ke Pulau Batu Kereta, dermaga kapal sewaan menuju Pulau Cingkuak.

Pulau ini dihiasi batu-batu karang yang telah dipugar dan memberi kesempatan pada pengunjung untuk menyusuri tepian pulau. Bagi Anda yang gemar memancing, Pulau Batu Kereta menjadi lokasi menarik untuk melempar kail.

Pulau Cingkuak terlihat menggoda dari ujung Pulau Batu Kereta. Dari kejauhan, pulau ini terlihat seperti sebuah kapal perang. Pasir putihnya terlihat kontras dengan warna biru air laut di sekelilingnya. Di pulau ini, pengunjung bisa berenang dan menikmati wisata sejarah.

Butuh beberapa menit untuk sampai ke Pulau Cingkuak dari Pulau Batu Kereta. Pohon kelapa tumbuh subur di pulau ini. Di sini, pengunjung bisa menikmati cagar budaya berupa sisa benteng Portugis.

Sejarah mencatat, pulau Cingkuak merupakan tempat berlabuh pertama bangsa Portugis di Pantai Barat Sumatera. Pulau Cingkuk juga pernah menjadi lokasi perundingan Raja Minangkabau dengan VOC. Fakta Sejarah ini bisa dijumpai dalm buku yang ditulis Rusli Amran: Padang Riwayatmu Dulu.

Rusli menceritakan, perundingan antara utusan Kerajaan Minangkabau dengan VOC dilakukan pada 13 Februari 1667. Dalam bukunya, ia menceritakan, benteng Portugis ini dihancurkan saat Inggris menduduki Padang sekitar tahun 1781.

Perairan yang tenang di Pulau Cingkuak dimanfaatkan pengunjung untuk bersnorking atau sekadar berenang. Jika ingin yang lebih menantang, pengunjung bisa menikmati bermain banana boat. Harganya cukup terjangkau dan tidak terlalu menguras kantong.

Bagi Anda yang memiliki hobi memancing, banyak spot menarik yang bisa dijajal di lokasi wisata ini. Keramahan penduduk setempat juga menjadi daya tarik yang membuat Anda ingin kembali ke sana.