Perokok Pasif Beresiko Tuli

Padangkita.com – Kalau Anda masih atau pernah merokok, tentu sudah tahu akibat yang ditimbulkan dari kebiasaan tersebut. Penyakit yang timbul sudah dicantumkan dan diilustrasikan pada bungkus rokok.

Dalam banyak acara ksehatan, peringatan bahaya merokok juga seringkali dibicarakan. Namun, usaha tersebut sepertinya tidak mempan.

Satu hal yang perlu diingat, bahwa merokok tidak hanya membahayakan perokoknya, tetapi orang disekitar yang menghirup asapnya (perokok pasif) juga akan terkena dampaknya. Apa dampaknya?

Berdasarkan survei yang dilakukan peneliti dari National Health and Nutrition Examination Survey menggunakan data tahun 1999-2004,perokok pasif berisiko kehilangan kemampuan pendengarannya.

Dilansir dari Science Codex yang sudah dimuat dalam jurnal Tobacco Control, penelitian ini menggunakan data tahun 1999-2004 dengan jumlah sampel 3.307 orang dewasa berumur antara 20 dan 69 tahun.

Dalam survei tersebut terdapat informasi rekam medis, tingkat eksposur bunyi, serta apakah mereka pernah merokok atau tinggal/bekerja bersama seorang perokok.

Tingkat kehilangan kemampuan mendengar pada setiap telinga dinilai dengan menguji kemampuan mendengarkan nada murni pada rentang frekuensi dari 500 Hz (rendah) hingga 8000 Hz (tinggi).

Para pria yang lebih tua dan penderita diabetes cenderung kehilangan kemampuan mendengar pada frekuensi tinggi dan hal ini berlaku pada mereka yang merupakan mantan perokok dan mereka yang tidak pernah merokok.

Baca juga:
Berapa Banyak Feses yang Dikeluarkan Sepanjang Hidup?