Komnas Anak: Sumbar Peringkat 15 Kasus Kejahatan Seksual

Ilustrasi kekerasan terhadap anak (foto: Tubasmedia)

Padangkita.com –  Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait belum lama ini menyebut, Provinsi Sumbar menduduki pering­kat ke 15 atas aksi kejahatan pelecehan seksual dari 34 Provinsi yang tersebar di Indonesia.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Padang berharap pemerintah pusat dapat kendalikan dan blokir berbagai situs porno yang dapat merusak pelajar.

Selain situs porno, website-website yang teridentifikasi provokatif sebaiknya juga harus ditutup. “Tidak hanya situs porno, pemerintah juga harus hapus website-website yang tidak mendidik,” tegas Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah.

Mahyeldi menegaskan, dengan memblokir situs ataupun website yang mengandung pornografi akan dapat pula meminimalisir angka kasus pelecehan seksual yang kerap terjadi di masyarakat. Untuk itu pemerintah pusat harus segera mengambil tindakan tegas.

Dikatakannya, untuk antisipasi hal ini orang tua sangat perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak. Apalagi konten porno saat ini sangat banyak dan mudah diakses. Hal ini diduga menjadi pemicu kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak terbilang tinggi pada tiap daerah.

“Ini sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi generasi muda saat inilah yang akan menjadi pemimpin bangsa. Jika kita tidak lindungi akan jadi apa negara ini nantinya,” cecar Mahyeldi dikutip dari laman facebook pemko padang, Minggu (07/05/2017).

Selain itu, peranan keluarga dalam mengawasi pergaulan anak juga sangat penting dilakukan. Keluarga harus membatasi anak untuk mengakses situs-situs yang tak jelas.

“Penyadaran juga harus diberi pada anak kalau mengakses konten porno akan dapat merusak diri. Mencegah anak untuk tidak mengakses konten porno, dapat pula dilakukan dengan menanamkan pendidikan agama sejak dini,” kata Mahyeldi.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Yambise menyebutkan, setiap harinya sekitar 25 ribu anak mengakses konten porno di Indonesia.

Saat berkunjung ke Kabupaten 50 Kota pada Selasa (18/04/2017) lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yohana Yambise mengungkap, setiap harinya 25 ribu anak Indonesia mengakses situs porno. Hal ini

“Itu (data 25 ribu anak) di tahun 2015-2016. Untuk 2017, kami rasa, jumlahnya cenderung meningkat,” paparnya).

Baca juga:
Atasi Sampah ke Laut, Sungai di Padang Butuh Jaring Penghambat

Tingginya angka anak-anak yang mengakses situs porno ini dinilai Menteri Yohana turut menjadi salah satu pemicu kejahatan dan pelecehan seksual yang melibatkan anak.