Kerajaan Maroko Jajaki Sister City dengan Kota Bukittinggi

Padangkita.com – Pemerintah kerajaan Maroko mencoba menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota bukittinggi untuk menerapkan sister city. Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Maroko E.D. Syarief Syamsuri saat mengunjungi kota Bukittinggi.

Syarief Syamsuri menjelaskan, pemerintah kerajaan Maroko sangat tertarik untuk mencoba menjalin kerjasama Province Sister dengan provinsi Sumatera Barat. Hal ini akan ditindak lanjuti dengan kunjungan Gubernur Sumatera Barat ke Maroko yang diperkirakan pada bulan Juni mendatang.

“Disamping provinsi, kita juga mengharapkan ada daerah kabupaten atau kota di Sumatera Barat menjalin kerjasama dengan salah satu kota di Maroko. Bukittinggi menurut kami cukup berpeluang,” katanya dikutip dari humas, Senin (26/02/2018).

Untuk merealiasikan hal tersebut, akan ada tahapan lanjutan, penilaian dari tim dan pembicaraan lanjutan, terkait apa apa saja yang bisa dikerjasamakan terkait Sister City, itu jika Bukittinggi dapat dipilih dan juga memiliki kesamaan dengan salah satu daerah di Maroko nantinya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi menyambut baik harapan dan peluang yang ditawarkan tersebut karena merupakan salah satu kesempatan untuk lebih mengenalkan Bukittinggi dimata dunia.

Saat ini Pemko Bukittinggi terus berupaya mengenalkan potensi yang dimiliki baik wisata, budaya dan pendidikan kepihak luar, sehingga Kota Bukittinggi maki dikenal luas diseluruh bidang.

“Kami sangat menyambut baik kedatangan Duta Besar Indonesia untuk Maroko ke Bukittinggi. Segala sesuatunya nanti akan dibicarakan dengan Walikota. Kita akan liat manfaatnya untuk kota Bukittinggi. Apa saja yang memungkinkan untuk kita tawarkan, sehingga jika kerjasama terjalin nantinya, akan membawa dampak positif yang besar bagi kota dan masyarakat Bukittinggi,” ungkapnya.

Salah satu langkah agar Bukittinggi lebih dikenal dunia, lanjut Irwandi, Bukittinggi harus masuk kedalam salah satu paket bagi travel agent untuk ditawarkan kepada wisatawan.

“Jika Bukittinggi masuk paket dalam travel agent, tentu akan menambah ketertarikan bagi negara lain untuk datang ke Bukittinggi. Tidak hanya Maroko, tentu daerah lain juga semakin tertarik. Sehingga tercipta image, jika tidak ke Bukittinggi berarti belum pernah masuk ke Asia Tenggara. Itu yang harus diupayakan,” jelasnya.