Harga Tiga Komoditas Yang Wajib Diketahui Ibu Rumah Tangga di Padang

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kemendag Suhanto memegang gula kemasan. Setelah diberlakukannya Harga Eceran Tertinggi (HET), maka harga gula di ritel adalah Rp.12.500 per kg. (Foto: Aidil Sikumbang)

PadangKita – Jelang bulan puasa ramadan, kekhawatiran terbesar masyarakat adalah naiknya harga kebutuhan pokok secara liar dan bahkan sering melonjak tinggi. Namun, hal demikian mestinya tidak terjadi lagi seiring diberlakukannya harga eceran tertinggi (HET).

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kemendag, Suhanto mengatakan, dalam koordinasi dengan pelaku usaha, Kemendag telah memfasilitasi Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Distributor Gula, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Industri Minyak Makanan Indonesia (AIMMI), Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI), Bulog pada 4 April 2017.

Hasil MoU tersebut berupa penetapan harga serentak di ritel modern, yaitu harga eceran tertinggi  (HET) untuk tiga komoditas yakni gula pasir, minyak goreng, dan daging beku.

“Mulai 10 April 2017 – 10 September 2017 HET untuk gula pasir Rp. 12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp. 11.000/ltr, dan daging beku Rp 80.000/kg,” ujarnya kemarin saat operasi pasar di sejumlah pasar.

Selain menghadiri rapat koordinasi dengan Pemerintah Sumatra Barat, Suhanto Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu Pasar Raya Padang yang terletak di Kp. Jao, Kota Padang. Pasar ini memiliki 538 kios dan 1.862 lapak, serta omset rata-rata Rp 5.380.000.000/hari.

“Harga beras di Pasar Raya Padang Rp 10.500/kg, gula pasir Rp 13.000/kg, minyak goreng curah Rp 11.000/kg, daging sapi Rp 120.000/kg, daging ayam Rp 35.000/kg, cabe merah kriting Rp 24.000/kg, bawang merah Rp 24.000/kg, telur ayam ras per papan Rp 33.000 isi 30 butir, kacang tanah impor Rp 25.000/kg, kacang tanah lokal Rp 28.000/kg,” tandas Suhanto.

Distributor beras, Mardi, menjual beras medium seharga Rp.9.200/Kg. “Stok di toko beras Mardi saat ini berjumlah 70 ton yang berasal dari produksi lokal dan Bulog,” jelasnya.

Untuk beras, Mardi mendapat pasokan dari daerah Bukit Tinggi, Solok, Pesisir Selatan  dan Payakumbuh dengan variasi harga mulai Rp 9.000 termurah hingga Rp 13.000/kg untuk jenis beras premium.

Rombongan juga meninjau UD Sri Ayu yang menjual beras, gula dan tepung terigu, Suhanto berkesempatan memberikan informasi terkait Permendag No.20/2017.

Baca juga:
Ikappi Sangkal Pungli untuk Kios Blok III Pasar Raya Padang

“Penting bagi kami untuk mengetahui stok secara menyuluruh agar dalam menetukan kebijakan kemudian hari lebih akurat,” tambahnya.

Untuk diketahui, UD Sri Ayu menjual gula Rp 11.300/kg yang dipasok dari Lampung. Sementara untuk tepung terigu kualitas terbaik di jual per karung isi 25 kg dengan harga Rp 162.000.

Sedangkan beras UD Sri Ayu mendapat pasokan dari daerah Bukit Tinggi, Solok, Pesisir Selatan dan Payakumbuh dengan variasi harga mulai Rp 9.000 hingga Rp 13.000 per kilogram.

Selanjutnya rombongan mengunjungi ritail modern Ramayana Spar Supermarket di Plaza Andalas. Di retail modern ini gula dijual dengan harga Rp 12.500/kg. Saat ini untuk daging beku dan minyak goreng kemasan sederhana Spar Supermarket sedang kehabisan stok.

Terakhir Rombongan juga mengunjungi gudang Bulog GBB Rawang Timur. Gudang Bulog GBB memiliki tiga unit gudang berkapasitas 3.500 ton (total kapasitas 10.500 ton), gudang ini digunakan untuk menyimpan stok beras dan stok gula. Saat ini stok Bulog Divisi Regional Sumbar sebanyak 20 ribu ton cukup untuk 5 bulan ke depan dan gula sebanyak 300 ton.

Suhanto menambahkan, perkembangan harga barang kebutuhan pokok di Sumatera Barat terpantau relatif stabil walaupun masih berada di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok per Kamis (13/4) dibandingkan satu minggu sebelumnya (6/4) umumnya juga relatif stabil (turun/naik 0 – 2%).

“Pemerintah berharap kepada para pedagang agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar,” pungkas Suhanto.