Delphine Mei & Artists Dadadaiii: Spritual Kontemporer Taiwan Tampil di KABAFestival 4

Delphine Mei (Foto: ist)

Padangkita.com – Seniman asal Taiwan Delphine Mei, dengan grup pertunjukannya Dadadaiii, akan menunjukan penampilan terbaiknya pada KABA Festival 4 kali ini.

Delphine Mei dijadwakan tampil pada 4 Agustus 2017 mendatang di di Teater Utama, Taman Budaya Sumatra Barat, pukul 19.00 WIB..

Angga Djamar, Direktur KABA Festival mengatakan bahwa kebanggaan tersendiri dapat mengajak Delphine Mei untuk bisa tampil di Padang dalam festival KABA kali ini.

Baca juga:
Mite Kudeta, Pentas Prahara Pagaruyung

“Membawa Delphine Mei merupakan tantangan tersendiri. Karena benturan antara tradisi, yang menjadi akar dasar KABA Festival. Sementara Delphine kental dengan modernitas. Beberapa penyesuaian harus dilakukan. Terutama pakaian,” jelas Angga Djamar, Direktur KABA Festival, ketika ditanya akan kedatangan Delphine kemarin (25/07/2017).

Delphine Mei, memaksimalkan elemen seni rupa berupa bentuk instalasi sebagai bentuk modern dari sebuah pertunjukan menjadi titik. Pertunjukannya sendiri akan berjudul Sincerely yours, SpR. SpR merupakan singkatan dari spiritual refugees, secara harfiah berarti “pengungsi spiritual”.

Tari, musik, dan teater merupakan elemen utama yang menjadi pijakan Delphine pada pertunjukan-pertunjukannya. Ia selama ini memang dikenal sebagai seniman yang berusaha menangkap isu-isu spiritual manusia modern. Kemudian dibahasakannya dengan proses evolusi manusia yang terus berlanjut.

“Pertunjukannya akan sangat luar biasa, karena Delphine Mei selalu berusaha menangkap isu-isu spritual manusia modern,” jelasnya lagi.

Semua terangkum nantinya dalam pertunjukan berdurasi 1 jam. Delphine Mei merupakan seniman lulusan Departemen Tari National Institute of Arts Taiwan BFA/BA; sejarah seni dan seni multi disipliner di University of Illinois, Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Ia kemudian mengambil fokus pada teater fisik dan pertunjukan tari di Mimecentrum, Helsinki, Finlandia.

Karya-karya Mei melingkupi berbagai genre berbeda dan telah ditampilkan secara berkelanjutan di Eropa, Amerika, dan Asia. Penampilannya telah menuai banyak pujian karena mengusung daya ekplosif yang unik. Namun, tetap fasih dalam puisi.

Baca juga:
Bukittinggi Gelar Pacu Kuda Wisata Derby