2 Penulis Sumbar Ikuti Festival Sastra dan Seni Terbesar se-Asia Tenggara

UWRF 2017 (Foto: Whiteboardjournal)

Padangkita.com – Sumatera Barat mengutus 2 wakilnya dalam Ubud Writers dan Reades Festival (UWRF) yang akan digelar di Ubud Bali, 25-19 Oktober 2017 mendatang.

2 orang tersebut mewakili 15 penulis emerging yang dipilih dari seluruh Indonesia. Mereka adalah yakni Mohamad Isa Gautama dan M. Subhan.

Dalam rilisnya, Yayasan Mudra Swari Saraswati, lembaga nirlaba yang menaungi UWRF mengungkapkan bahwa 15 penulis emerging berhasil menyisihkan 913 orang lainnya yang mengikuti seleksi kegiatan tersebut. Seperti diketahui, untuk bisa mengikuti kegiatan ini, penulis harus mengirimkan karya mereka.

Penulis lain terpilih pada UWRF 2017 kali ini adalah Abdul Azis Rasjid (Banyumas), Ade Ubaidil (Cilegon), A. Nabil Wibisana (Kupang), Aksan Taqwin Embe (Tangerang), Bayu Pratama (Mataram), Erich Langobelen (Maumere), Ibe S. Palogai (Makassar), Morika Tetelapta (Ambon), Na’imatur Rofiqoh (Ponorogo), Rahmat Hidayat Mustamin (Makassar), Rizki Amir (Sidoarjo), Taufiqurrahman (Yogyakarta), dan Seruni Unie (Surakarta).

Ubud Writers dan Reades Festival (UWRF) merupakan perhelatan sastra dan seni internasional terbesar di Asia Tenggara saat ini. Acara ini pertama kali digelar pada tahun 2004 silam.

Sedari tahun pertamanya, UWRF telah menarik banyak pencinta seni, budaya, dan sastra untuk datang berpartisipasi. UWRF menarik puluhan ribu pengunjung selama lima hari acara yang diadakan di lebih dari 50 lokasi yang tersebar di Ubud, dengan 150 lebih penulis, pembicara, dan tokoh budaya dari seluruh Indonesia dan dunia.

Sesuai dengan asal muasal festival ini sendiri, UWRF berfungsi sebagai wadah bagi penulis, baik profesional maupun emerging, dan dengan bangga mempersembahkan deretan program-program gratis untuk dinikmati siapa saja.

Di tahun ke-14 UWRF ini, 15 penulis emerging terpilih dari Indonesia bersama berbagai penulis dari penjuru dunia akan mengikuti rangkaian acara UWRF dalam tema ‘Origins’ atau ‘Asal muasal’.

Melalui tema tersebut penyelenggara berupaya agar UWRF selalu menjadi arena pertukaran kisah, ide, dan inspirasi bagi penulis-penulis dari penjuru dunia.

Founder dan Direktur UWRF, Janet DeNeefe mengatakan, tema ‘Orogins’ akan membengtangkan tajuk-tajuk besar yang selama ini telah mempengaruhi dan membentuk kehidupan kita, mulai dari politik hingga teknologi, dan lingkungan hingga spiritual.

Baca juga:
2 Buku Karya Anak Muda Minang Terbit Bulan ini, Siapa Saja Mereka

Selama lima hari penyelanggaraannya, UWRF akan mengajak para pengunjungnya untuk mempertimbangkan kembali asal muasal dari elemen-elemen yang membentuk kita sebagai manusia, hal-hal yang kita bawa sepanjang hidup, dan hal-hal yang mengingatkan
kita untuk ‘pulang’.

Penulis emerging terpilih dari Sumatera Barat, Mohamad Isa Gautama, mengatakan bahwa ia baru kali pertama mengirimkan karya untuk seleksi penulis emerging UWRF.

“Saya mengirimkan beberapa puisi. Kabarnya puisi saya yang berjudul Mimpi Alandra dan Sajak Insomnia menarik perhatian kurator,” katanya.

Isa menyatakan senang dan bisa berpartisipasi dan kegiatan tersebut dan ia juga menyatakan bangga bahwa regenerasi sastrawan dari Sumatera Barat tidak terputus.

“Mengikuti kegiatan ini adalah tantangan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.